"Kenapa ada sektor yang tumbuh dan stabil itu karena bersifat consumer product yang dikonsumsi masyarakat luas. Produk-produk itu
fast moving product atau produk-produk yang dikonsumsi orang banyak. Barang-barang di Carrefour itu fast moving perputarannya cepat," kata Ekonom BNI Ryan Kiryanto usai media work shop Indonesia Exim Bank 'The Transformation Has Begun' di Hotel Salak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/12/2008) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa itu di-backup pemerintah karena di situ padat karya. Insentif diberikan karena 10 sektor ini rentan krisis dan digunakan banyak orang. TPT misalnya ekspor ke Amerika kan jatuh, dia harus cari pasar non tradisional. Misalnya Australia, Timur Tengah, Rusia, Brazil serta India," jelasnya.
Masalahnya, lanjut Ryan semua negara sedang melakukan hal yang sama yaitu mencari pasar baru. Sehingga pelaku industri harus harus jeli melihat kebutuhan rakyat di negara itu apa, setelah tahu baru bisa masuk ke sana.
"Makanya harus ada pemberdayaan kepada para duta besar dan atase perdagangan yang harus jadi marketer-marketer produk Indonesia dan membantu mencari pasar tradisional. Pameran dagang juga harus sering dilakukan," tuturnya.
Ryan juga menyoroti kelemahan pasar ekspor Indonesia yakni hanya melakukan ekspor bahan mentah dan barang setengah jadi sehingga tidak ada nilai tambah.
"Krisis ini memang berat sebab semua negara menerapkan SDM yaitu Selamatkan Diri Masing-masing atau proteksi, kalau bisa jangan impor sehingga tidak ada demand. Kalau gitu kita cari pasar lokal, sambil mencari pasar baru. Kita punya beberapa mitra utama AS, Jepang, Singapura, kalau demand mereka lemah, cari pasar lain seperti Brazil, Australia, Rusia," tandas Ryan.
Kondisi industri tahun 2009 dalam menghadapi krisis adalah:
Sektor-sektor industri yang menurun: TPT, real estat, elektronika, kayu, otomotif dengan mesin (CC) besar, chemical, baja, kopi, cokelat, keramik dan
alas kaki.
Sektor-sektor industri yang stabil: perdagangan, CPO, karet, suplai otomotiv dengan CC kecil, mall di luar Jawa, consumer product, transportasi,
makanan dan minuman, kertas, farmasi, services, dan perikanan.
Sedangkan sektor-sektor industri yang tumbuh: infrastruktur, semen, powerplant, telekomunikasi, pupuk dan batubara.
(ir/ir)











































