Industri-industri yang Tumbuh, Stabil dan Layu di 2009

Industri-industri yang Tumbuh, Stabil dan Layu di 2009

- detikFinance
Sabtu, 20 Des 2008 13:08 WIB
Industri-industri yang Tumbuh, Stabil dan Layu di 2009
Bogor - Krisis finansial global diprediksi masih akan berlanjut di tahun 2009. Banyak negara dunia melakukan proteksi untuk ekonomi dan membuat ekspor impor melambat. Tapi tak semua industri akan terpukul di 2009, ada beberapa yang masih bisa bertahan bahkan tumbuh.

"Kenapa ada sektor yang tumbuh dan stabil itu karena  bersifat consumer product yang dikonsumsi masyarakat luas. Produk-produk itu

fast moving product atau produk-produk yang dikonsumsi orang banyak. Barang-barang di Carrefour itu fast moving perputarannya cepat," kata Ekonom BNI Ryan Kiryanto usai media work shop Indonesia Exim Bank 'The Transformation Has Begun' di Hotel Salak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/12/2008) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara sektor-sektor yang rawan secara nyata akan di-backup pemerintah. Menurut Ryan, ada sekitar 10 sektor yang kemungkinan di-backup pemerintah karena rentan terhadap krisis dan merupakan sektor padat karya seperti tekstil termasuk garmen, komponen otomotif, serta elektronika.

"Kenapa itu di-backup pemerintah karena di situ padat karya. Insentif diberikan karena 10  sektor ini rentan krisis dan digunakan banyak orang. TPT misalnya ekspor ke Amerika kan jatuh, dia harus cari pasar non tradisional. Misalnya Australia, Timur Tengah, Rusia, Brazil serta India," jelasnya.

Masalahnya, lanjut Ryan semua negara sedang melakukan hal yang sama yaitu mencari pasar baru. Sehingga pelaku industri harus harus jeli melihat kebutuhan rakyat di negara itu apa, setelah tahu baru bisa masuk ke sana.

"Makanya harus ada pemberdayaan kepada para duta besar dan atase perdagangan yang harus jadi marketer-marketer produk Indonesia dan membantu mencari pasar tradisional. Pameran dagang juga harus sering dilakukan," tuturnya.

Ryan juga menyoroti kelemahan pasar ekspor Indonesia yakni hanya melakukan ekspor bahan mentah dan barang setengah jadi sehingga tidak ada nilai tambah.

"Krisis ini memang berat sebab semua negara menerapkan SDM yaitu Selamatkan Diri Masing-masing atau proteksi, kalau bisa jangan impor sehingga tidak ada demand. Kalau gitu kita cari pasar lokal, sambil mencari  pasar baru. Kita punya beberapa mitra utama AS, Jepang, Singapura, kalau demand mereka lemah, cari pasar lain seperti Brazil, Australia, Rusia," tandas Ryan.

Kondisi industri tahun 2009 dalam menghadapi krisis adalah:

Sektor-sektor industri yang menurun: TPT, real estat, elektronika, kayu, otomotif dengan mesin (CC) besar, chemical, baja, kopi, cokelat, keramik dan
alas kaki.

Sektor-sektor industri yang stabil: perdagangan, CPO, karet, suplai otomotiv dengan CC kecil, mall di luar Jawa, consumer product, transportasi,
makanan dan minuman, kertas, farmasi, services, dan perikanan.


Sedangkan sektor-sektor industri yang tumbuh: infrastruktur, semen, powerplant, telekomunikasi, pupuk dan batubara.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads