Kelangkaan Elpiji Dijadikan Tren Cari Duit

Kelangkaan Elpiji Dijadikan Tren Cari Duit

- detikFinance
Sabtu, 20 Des 2008 16:12 WIB
Kelangkaan Elpiji Dijadikan Tren Cari Duit
Jakarta - Meski Wapres Jusuf Kalla menjanjikan kelangkaan elpiji akan teratasi, namun masyarakat masih saja kesulitan mencarinya. DPR menilai, keterlambatan distribusi merupakan tren mencari duit.

"Manajemennya selalu kita minta untuk diperbaiki. Tetapi selalu infrastruktur yang disalahkan. Jadi kita meyakini ini betul-betul dijadikan tren untuk mencari duit," cetus anggota Komisi VII DPR Nizar Dahlan.

Hal itu disampaikan Nizar dalam diskusi bertajuk "Turunnya Harga BBM Realistis Atau Politis?" di Warung Daun, Jl Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (20/12/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nizar menyatakan, Komisi VIII sudah meminta pertanggungjawaban pemerintah soal kelangkaan elpiji ini. Namun, pemerintah selalu berkelit bila diminta pertanggungjawaban.

"Pemerintah ini sudah peka artinya sudah tidak bisa diperingatkan lagi. Persoalan ini biar masyarakat yang menilai, sejauh mana mereka bisa memperbaiki ekonomi," imbuh politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini.

Sementara pengamat bisnis perminyakan Ade Daud Nasution menegaskan, pemerintah tidak siap menangani stok elpiji karena 60 persen elpiji masih impor.

"Pemerintah tidak siap karena 60 persen kita masih impor dari Timteng. Terus dibawa ke Tanjung Uban. Terus didistribusikan ke provinsi-provinsi. Belum lagi soal pengisian tabung-tabung," jelas mantan anggota DPR yang sekarang menjadi caleg PAN ini.

(nik/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads