Hal tersebut ditegaskan Mukiat Sutikno, Managing Director General Motors Autoworld Indonesia (GMAI) dalam siaran persnya, Minggu (21/12/2008).
"Tetap fokus untuk melakukan langkah terobosan yang kreatif dan selalu optimis saya rasa akan membuat semua pelaku industri dapat menghadapi situasi penuh tantangan ini dengan lebih ringan dan tentunya dapat mempercepat upaya keluar dari situasi yang sulit," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Bush terpaksa mengambil dana talangan dari TARP karena Senat AS sebelumnya menolak bailout untuk 'Big Three' atau tiga produsen otomotif besarnya yakni General Motors, Chrysler LLC dan Ford Motor Co.
Dana talangan itu disetujui setelah sebelumnya Chrysler mengumumkan akan menghentikan sementara produksinya selama 1 bulan akibat turunnya permintaan akibat krisis.
GM mengaku dana talangan ini bisa membuatnya terhindar dari pengurangan pekerja dan karyawan besar-besaran. Selain juga memungkinkan operasional GM dapat kembali ke situasi lebih baik serta menyelamatkan para pemasok, dealer dan usaha kecil lainnya yang bergantung pada operasional GM di Amerika khususnya dan di dunia pada umumnya.
Kabar gembira ini sekaligus bisa memungkinkan GM dapat mempercepat penyelesaian rencana restrukturisasi secara agresif demi berlanjutnya kesuksesan jangka panjang
Mukiat menegaskan, dari awal dirinya sudah yakin sejak awal bahwa pasti permintaan ini akan disetujui. Mengingat pentingnya industri otomotif AS bagi kelangsungan ekonomi AS dan dunia.
GMAI selanjut berkomitmen untuk terus mengembangkan pasar di Indonesia melalui merek Chevrolet. Dan prinsipalnya yakni GM Corp, ditegaskan Mukiat tetap melangsungkan studi investasi di Indonesia, mengingat pasar Indonesia sangat penting bagi GM dan telah masuk ke dalam daftar 11 negara yang dikatagorikan GM sebagai Emerging Market.
"Riset mengatakan bahwa tingkat minat dan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap Chevrolet semakin meningkat dua tahun belakangan. Dan kami telah banyak melakukan pembenahan khususnya di sektor pelayanan purna jual," ujarnya.
"Resale value produk kami pun meningkat seiring pertambahan populasi mobil Chevrolet di Indonesia yang dimotori oleh SUV kami Captiva. Jadi tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mempertahankan dan memajukan market kami di Indonesia," imbuh Mukiat.
(qom/qom)











































