Krakatau Steel dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk atau biasa disebut sebagai proyek Meratus akan dipercepat dan tidak bisa ditunda-tunda lagi.
Rencananya proyek senilai US$ 65 juta dengan kapasitas 300.000 ton per tahun ini, peletakan batu pertama (ground breaking) akan dilakukan pada Maret 2009.
"Kemarin datang ke sana, Pak Wapres mengingatkan kenapa kok sampai sekarang belum selesai tertunda-tunda terus, nah semuanya disuruh dipercepat," kata Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di JCC, Jakarta, Minggu (21/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan mengatakan inti masalah molornya pembangunan proyek Meratus lebih disebabkan oleh hambatan teknis yaitu masalah harga tanah, dimana nilai objek pajak tanah (NJOP) yang terlalu tinggi dengan harga pasaran tanah.
"Kemarin sudah sepakat, bahwa bulan Maret 2009 akan melakukan ground breaking itu yang Meratus. Pembangunan pabrik baja yang lain juga sedang melakukan persiapan," jelasnya.
Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat menegur bahkan marah-marah terhadap kelangsungan proyek pabrik baja Meratus dan mendesak agar segara dilakukan percepatan.
"Mengenai persiapan pembangunan pabrik baja di Kalsel, yang mana beliau itu marah karena berbagai memang itu tidak terkoodinir dengan baik," tambah Menteri Perindustrian Fahmi Idris.
Setidaknya ada 3 proyek pembangunan pabrik baja yang proses pembangunannya
tersendat-sendat diantaranya Proyek Meratus yaitu patungan KS dan Antam, Mandan Steel yang berasal dari investor China, dan proyek Semeru yang digarap oleh Gunung Garuda Group.
Pemerintah akan mempercepat pembangunan proyek pabrik baja, khususnya untuk proyek Meratus, termasuk mendorong koordinasi antara BUMN yang terlibat.
"Solusi sudah dilakukan berbagai pengarahan dan minggu depan mulai akan dilakukan berbagai koordinasi," kata Fahmi.
(hen/qom)











































