RI-China Teken Kontrak US$ 2,581 Miliar

RI-China Teken Kontrak US$ 2,581 Miliar

- detikFinance
Senin, 22 Des 2008 11:45 WIB
RI-China Teken Kontrak US$ 2,581 Miliar
Jakarta - Indonesia dan China akan meneken kontrak kerjasama dengan nilai sekitar US$ 2,581 miliar. Penandatanganan akan dilakukan hari ini pukul 14.00 WIB di JCC, disaksikan langsung oleh Wapres Jusuf Kalla.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menjelaskannya dalam keterangan pers Indonesia-China Energy Forum (ICEF) ketiga di JCC, Senin (22/12/2008).

"Dengan adanya penandatanganan kontrak ini diharapkan ada tambahan tenaga kerja 31.000 orang, dan ini hasil proses sebelumnya (ICEF pertama dan kedua)," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Purnomo, kerjasama yang dihasilkan di ICEF ketiga ini telah mengalami kemajuan. Jika pada ICEF pertama kedua negara hanya fokus pada produk energi seperti ketenagalistrikan, kini pada ICEF ketiga kerjasama meluas ke sektor pertambangan.

Ada delapan proyek yang akan ditandatangani siang ini. Delapan proyek tersebut adalah:

  • Kontrak pengelolaan migas antara BP Migas dengan CNOOC di Selat Madura senilai US$ 642 juta yang menyerap 1.150 tenaga kerja.
  • Kontrak pendanaan PLTU Pelabuhan Ratu, Jabar. Antara PLN dengan Exim Bank of China senilai US$ 81,9 juta yang menyerap 4.000 karyawan.
  • Kontrak pendanaan PLTU 1 Pacitan, Jatim. Antara PLN dengan Exim Bank senilai US$ 293,2 juta dengan menyerap 4.000 karyawan.
  • Kontrak proyek PLTU 1x660 MW di Adipala, Cilacap senilai US$ 605,2 juta yang menyerap 4000 karyawan.
  • Kontrak pembeliam listrik (Power Purchase Agrrement/PPA) PLTU 2x113,5 MW di Simpang Belimbing, Muara Enim senilai US$ 330 juta yang menyerap 1.100 karyawan.
  • Kontrak penambangan batubara antara PTBA, China Huadian Corp,Β  pemerintah daerah Muara Enim dan Truba Alam Manunggal Engineering Tbk di Bangko Tengah, Sumatera Selatan senilai US$ 14,4 juta yang menyerap 2.000 karyawan.
  • Pengembangan biodiesel plant (bidang agrobisnis) antara PT Kurnia Selaras dengan China Development Bank di Jambi, Sumatera Selatan senilai US$ 255 juta yang menyerap 15.000 orang.
  • Kontrak antara Bumi Dharma Kencana dengan Lark Guandong Power Research di Kalimantan Timur, Kutai senilai US$ 360 juta yang menyerap 180 tenaga kerja.

(lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads