Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutan di pencanangan Tahun Indonesia Kreatif 2009 di JCC, Jakarta, Senin (22/12/2008).
"Istilah Pak Jusuf Kalla kita kena banjir kriminan. Kalau saya istilahkan kita kena tsunami keuangan dari AS," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ekonomi nilainya hanya Rp 1 miliar, jangan dianggap Rp 5 trilun. Karena nanti kalau berspekulasi bisa kempes, pecah terus berantakan," katanya.
Â
Bubble ekonomi inilah yang terjadi di AS dan dampaknya meluas hingga Indonesia pun kena getahnya.
"Amerika kena krisis kita kena getahnya. Ekapor dan sektor riil terganggu, pertumbuhan terganggu, dan kemungkinan ada PHK," jelasnya.
Untuk menghadapinya, pemerintah harus menyiapkan langkah-langkah yang realistis untuk menghadapi resesi yang diperkirakan masih berlangsung 2 tahun ke depan.
Â
"Dengan sektor riil melalui insentif pajak, cegah PHK dengan kerja sama pemerintah, pemda dan dunia usaha. Program-program seperi BOS, Askeskin, dan PNPM semua untuk rakyat, kalau dijalankan bisa ringankan beban," katanya.
Â
Selain itu, kenaikan gaji PNS pada 2009 juga diharapkan bisa membantu masyarakat menghadapi krisis dengan meningkatkan daya beli.
(lih/qom)











































