Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam Konperensi Pers Indonesia-China Energi Forum (ICEF) di JCC, Jakarta, Senin (22/12/2008).
"APBN sudah aman memang tidak terutup kemungkinan review APBN selalu terbuka, kalau ada urgensi review dalam waktu dekat bisa saja, tetapi sekarang belum ada sinyal, kalau pun ada review biasanya di semester kedua, kita akan terus pantau harga minyak," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, pemerintah akan terus mengawal pergerakkan harga minyak mentah termasuk efeknya terhadap kebijakan harga premium dan solar.
Dikatakan Purnomo, mulai hari ini pihaknya akan setiap hari memberikan laporan kepada Presiden mengenai fluktuasi harga minyak namun ia mengatakan sulit memperkirakan harga minyak yang terus turun.
"Kita akan terus amati perkembangan harga minyak, termasuk untuk memonitor harga premium dan sollar," jelasnya.
Selain itu,ia mengakui adanya pemangkasan produksi minyak OPEC sebanyak 2,2 juta barel beberapa hari lalu ternyata tidak efektif menaikkan harga minyak dunia. "Demand-nya drop sekali," ucapnya.
Purnomo menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau dari waktu ke waktu termasuk dampak dari berakhirnya musim dingin di kawasan AS dan Eropa yang akan berakhir pada Januari 2009.
"Soal harga premium dan solar itu bukan karena harga minyak saja, tapi faktor kurs, faktor APBN, daya beli masyarakat dan sektor riil," paparnya.
(hen/lih)











































