Menteri ESDM: Belum Ada Sinyal Tinjau Ulang RAPBN 2009

Menteri ESDM: Belum Ada Sinyal Tinjau Ulang RAPBN 2009

- detikFinance
Senin, 22 Des 2008 13:55 WIB
Menteri ESDM: Belum Ada Sinyal Tinjau Ulang RAPBN 2009
Jakarta - Harga minyak mentah dunia terus turun hingga mencapai separuh dari asumsi RAPBN 2009 sebesar US$ 80 per barel. Namun bagi pemerintah, kondisi ini bukan sinyal yang mengharuskan APBN 2009 ditinjau ulang.

Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam Konperensi Pers Indonesia-China Energi Forum (ICEF) di JCC, Jakarta, Senin (22/12/2008).

"APBN sudah aman memang tidak terutup kemungkinan review APBN selalu terbuka, kalau ada urgensi review dalam waktu dekat bisa saja, tetapi sekarang belum ada sinyal, kalau pun ada review biasanya di semester kedua, kita akan terus pantau harga minyak," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah juga menyatakan belum ada tanda untuk merubah asumsi dalam subsidi listrik dan BBM di RAPBN 2009.

Meski begitu, pemerintah akan terus mengawal pergerakkan harga minyak mentah termasuk efeknya terhadap kebijakan harga premium dan solar.

Dikatakan Purnomo, mulai hari ini pihaknya akan setiap hari memberikan laporan kepada Presiden mengenai fluktuasi harga minyak namun ia mengatakan sulit memperkirakan harga minyak yang terus turun.

"Kita akan terus amati perkembangan harga minyak, termasuk untuk memonitor harga premium dan sollar," jelasnya.

Selain itu,ia mengakui adanya pemangkasan produksi minyak OPEC sebanyak 2,2 juta barel beberapa hari lalu ternyata tidak efektif menaikkan harga minyak dunia. "Demand-nya drop sekali," ucapnya.

Purnomo menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau dari waktu ke waktu termasuk dampak dari berakhirnya musim dingin di kawasan AS dan Eropa yang akan berakhir pada Januari 2009.

"Soal harga premium dan solar itu bukan karena harga minyak saja, tapi faktor kurs, faktor APBN, daya beli masyarakat dan sektor riil," paparnya.

(hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads