Hal inilah yang dilakukan agen produk Polytron, PT Haryono Istana Teknologi, untuk menghadapi melemahnya nilai tukar rupiah ke level Rp 11.200-12.000/US$.
"Dengan melemahnya daya beli tidak mungkin menaikan 15 persen. Saat ini kami baru menaikan lima persen sejak awal Desember," ujar Direktur PT Hartono Istana Teknologi (agen produk Polytron) Vincent Hermawi di Gedung Departemen Perdagangan, Jakarta, Senin (22/12/2008).
Vincent mengakui pada bulan Oktober dan November 2008, permintaan produk elektronik di Sumatera saja turun hingga 40%. Sementara di Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Ambon turun sekitar 20%.
"Volume penjualan kami pada Oktober-November 2008 dibanding rata-rata volume penjualan (Januari-September) 2008 turun 15%, meskipun harga belum naik," jelasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Vincent menjelaskan pihaknya telah menurunkan biaya material sebesar 10%. Hal ini dilakukan diantaranya melalui negosiasi harga material seiring dengan turunnya harga komoditas pertambangan, mencari supplier baru, desain ulang produk, dan mengenalkan produk baru yang harganya lebih murah (low cost product).
"Selain itu kami juga menurunkan overhead sebesar 15% melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi secara terus menerus. Disamping menciptakan nilai melalui produk dan inovasi pemasaran serta meningkatkan penjualan ekspor karena pasar domestik mengecil," jelasnya. (epi/lih)










































