PAL Gandeng Timah Bangun Kapal

PAL Gandeng Timah Bangun Kapal

- detikFinance
Senin, 22 Des 2008 18:48 WIB
PAL Gandeng Timah Bangun Kapal
Jakarta - PT PAL menggandeng PT Timah Tbk (TINS) untuk bersama-sama membangun kapal senilai US$ 7 juta per armada. Sudah ada pesanan 10 buah kapal.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama PAL Harsusanto di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (22/12/2008).

"Nanti akan ada tim dari Timah dan PAL yang akan pelajari kapalnya, biayanya US$ 7 juta per kapal. Yang memesan itu klien dari Italia," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, sinergi antar BUMN tersebut hanya akan membangun satu buah kapal jenis tanker HALL number 242, dari total pesanan sebanyak 10 buah kapal. "Sampai seluruh kapal tersebut selesai dibangun membutuhkan dana sekitar US$ 70 juta," ungkapnya.

Pendanaannya untuk proyek tersebut akan diambil melalui pinjaman perbankan yang dikucurkan oleh PT Bank Nasional Indonesia Tbk (BNI) ditambah suntikan dana yang akan diberikan oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) senilai US$ 60 juta.

"Timah berperan sebagai sub-kontraktor kita, dan akan kita bikin supervisi bagaimana cara membuat kapal lalu dikerjakan di PAL. Begitu selesai Timah sudah berpengalaman membangun kapal, sesuai dengan visinya Timah akan membuat galangan kapalnya berkembang," tandasnya.

Dua Kapal Star Fifty Tahun Depan


Ia mengatakan, untuk tahun 2009 perseroan akan memenuhi permintaan dari Jerman berupa dua unit kapal Star Fifty berbobot mati 50.000 DWT.

"Pembuatan dua unit tersebut dilakukan awal tahun depan, diharapkan 2010 sudah bisa selesai," imbuhnya.

Menurutnya, permintaan kapal perseroan hingga tahun 2012 mencapai 16 kapal. Ukuran bobot 16 unit kapal tersebut bervariasi mulai dari 22.000 hingga 50.000 DWT. Ia mengaku, setiap satu unit kapal membutuhkan setidaknya 7.000 - 8.000 ton baja.

Dengan meningkatnya permintaan kapal, maka kebutuhan baja BUMN tersebut dari tahun ke tahun diperkirakan akan terus meningkat seiring. Ia memprediksikan kebutuhan baja tahun depan mencapai 14.000 ton. Sedangkan pemenuhannya akan dilakukan bertahap oleh PT Krakatau Steel.



(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads