Seleksi Partner Pertamina di Natuna Tertunda Masalah Data

Seleksi Partner Pertamina di Natuna Tertunda Masalah Data

- detikFinance
Senin, 22 Des 2008 19:10 WIB
Seleksi Partner Pertamina di Natuna Tertunda Masalah Data
Jakarta - PT Pertamina (persero) akan melayangkan surat kedua ke pemerintah untuk mempertanyakan status data-data lapangan di Natuna D Alpha yang belum juga diberikan ExxonMobil. Proses seleksi partner Pertamina di Natuna pun ditunda sampai ada kejelasan data tersebut.

Demikian disampaikan Direktur Hulu Pertamina Karen Agustiawan di JCC, Jakarta, Senin (22/12/2008).

"Prosesnya kita minta sekali lagi, kirim surat sekali masalah data ke pemerintah nanyain soal disclosure. Sebelum ada jawaban itu proses seleksi partner itu ditunda," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, data-data mengenai lapangan Natuna ternyata masih dipegang ExxonMobil yang pernah menjadi operator di lapangan tersebut. Sesuai aturan, jika kontrak sudah diterminasi, maka data-data mengenai lapangan terkait harusnya dikembalikan ke pemerintah.

Namun Exxon belum mengembalikan data Natuna karena ternyata kontraknya baru resmi putus pada 9 Januari 2009. Di sisi lain, pemerintah sudah menunjuk Pertamina sebagai pengelola baru lapangan gas Natuna.

Proses pencarian partner Pertamina untuk mengelola Natuna yang hampir selesai pun kini terpaksa terhenti. Tak heran, Pertamina kini kebingungan.

"Itu yang sedang saya pertanyakan ke pemerintah. Legal sudah clear belum nih. Saya sudah pegang surat kepemilikan Natuna. Jadi saya pertanyaan kembali ke pemerintah, udah clear atau belum. Di surat udah jelas Natuna itu diserahkan ke Pertamina," katanya.

Menurut Ari, selama ini pihaknya sudah mempertanyakan hal tersebut ke pemerintah, tetapi belum ada jawaban hingga kini. Terkait hak Pertamina di Natuna, menurut Ari, hak akses data Pertamina hanya sebatas saham perseroan yang sebesar 24%.

"Oh nggak bisa, Pertamina punya akses data yang 24%. Tapi Pertamina tidak bisa sharing data ke pihak ketiga (mitra pertamaina). Karena kontrak itu terikat antara Pertamina dan Exxon, yang boleh hanya data publik termasuk seleksi data," katanya.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads