Dalam peluncuran tahap ketiga ini, Bandara Soekarno-Hatta menjadi bandara pertama yang akan menggunakan sistem NSW dalam melayani para importir.
Deputi Menko Perekonomian Bidang Perindustrian dan Perdagangan Edi Putra Irawady mengatakan peluncuran implementasi tahap ketiga ini dilakukan setelah tim persiapan NSW melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan implementasi tahap pertama dan kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan untuk pelabuhan Tanjung Emas sudah diterapkan secara penuh untuk seluruh importir dan PPJK," ujarnya dalam acara peluncuran NSW tahap ketiga di Graha Sawala kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (23/12/2008).
Pada tahap ketiga ini, pemerintah melakukan uji coba pelaksanaan sistem NSW impor untuk melayani importir dan PPJK di pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya), Belawan (Medan) dan Bandara Soekarno Hatta (Cengkareng).
Sebelumnya, pada peluncuran tahap kedua NSW telah dilakukan pelayanan impor di Tajnung Priok (Jakarta) dan Tanjung Emas (Semarang).
Dari sisi jumlah importir yang dilayani, dalam implementasi tahap ketiga ini terjadi kenaikan yang cukup signifikan atas jumlah importir yang dilayani. Jika sebelumnya hanya melayani 146 perusahaan Importir Jalur Prioritas dan MITA Non Prioritas, menjadi 4.852 importir.
Jumlah dokumen Pemberitahuan lmpor Barang (PIB) yang dilayani di 5 pelabuhan utama pada tahun 2008 mencapai 735.444 dokumen. Dari jumlah tersebut PIB yang dilayani melalui Portal INSW sebanyak 469.732 atau 64% dari seluruh PIB.
Sementara itu, jumlah PIB yang ditangani oleh KPU Tanjung Priok selama tahun 2008 mencapai 416.756 dokumen PIB, terdiri dari MITA Prioritas sebanyak 14,7%, MITA Non Prioritas sebanyak 9,6%, Jalur Hijau sebanyak 47,25%. Jalur Kuning 5,36%, dan Jalur Merah 22,9%.
(dnl/ir)











































