Transportasi Buruk Masih Jadi Kendala Utama Berusaha

Transportasi Buruk Masih Jadi Kendala Utama Berusaha

- detikFinance
Selasa, 23 Des 2008 11:01 WIB
Transportasi Buruk Masih Jadi Kendala Utama Berusaha
Jakarta - Transportasi dan distribusi merupakan kendala utama dalam menjalankan usaha di Indonesia. Kendala ini makin terasa untuk pengembangan usaha di wilayah Indonesia Timur.

Demikian disampaikan Direktur Indofood Sukses Makmur Franky Welirang dalam sosialisasi hasil sensus ekonomi 2006 BPS di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin
(23/12/2008).

"Kendala utama sekarang ini distribusi dan transportasi. Terutama di Indonesia Timur. Transportasi kan ada dua, laut dan darat. Kalau laut ya masalahnya pelabuhan. Selain itu transportasi pun juga banyak kendalanya," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masalah distribusi dan transportasi inilah yang menurut Franky membuat harga barang dan jasa di wilayah Timur.

Hal serupa diakui analis ekonomi Bank Mandiri Martin Panggabean yang melihat masalah transportasi dan kelistrikan menjadi dua masalah utama di dunia usaha.

"Bottle neck kita adalah kelistrikan, transportasi darat dan laut. Dalam krisis sekarang ini, yang penting bagaimana pemerintah menciptakan perdagangan yang memiliki transportasi darat dan laut yang bergerak dengan sehat," katanya.

Paling Banyak Kendala

Masalah kendala ini juga diangkat BPS dalam sensus ekonomi 2006 yang dipaparkannya hari ini. Hasil sensus itu menunjukkan, masih banyak pelaku usaha yang mengaku terkendala menjalankan usahanya.

Untuk industri pengolahan misalnya, sebagian besar atau 52,3% pengusaha industri ini menyatakan menghadapai kendala dalam berusaha.

"Jadi mereka ini banyak mengeluh adanya kendala dalam berusaha," kata Deputi Bidang Statistik Ekonomi BPS Pietojo.

Sementara untuk industri penyediaan akomodasi dan makanan-minuman, terdata 47,4% pelaku usaha menyatakan masih menemui kendala. Sedangkan di sektor perdagangan besar dan eceran, terlihat 38,5% pelaku usaha mengaku terkendala menjalankan usaha.

Beragam cara pun dilakukan pelaku usaha ini untuk menyelesaikan kendalanya. Beberapa cara favorit pilihan pelaku usaha adalah dengan melakukan pinjaman ke bank (66,1%), menjual aset (8,8%), menjual saham/obligasi (2,2%), dan cara lainnya (22,9%).

Β  (lih/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads