Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar menjelaskan, jika target produksi beras nasional pada 2009 sebanyak 37 juta ton, maka penyerapan Bulog diharapkan mencapai 3,8 juta ton.
Penyerapan ini naik dibandingkan tahun 2008 yang sebesar 9,3% atau 3,19 juta ton dari produksi besar sebesar 34,2 juta ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mustafa menilai pengendalian harga pada 2008 terbilang sukses. Hal ini bisa dilihat dari rendahnya harga beras di dalam negeri dibandingkan di luar negeri. "Meski harga di luar tinggi, bisa sampai 2 kali lipat. Tapi harga dalam negeri masih bisa diamankan," katanya.
Dengan kondisi seperti ini, maka rencana impor 2008 yang diperkirakan terjadi sekitar 1,1 juta ton ternyata tidak diperlukan. Dengan tidak jadi impor Bulog memperkirakan ada penghematan devisa sekitar US$ 550 juta dengan asumsi harga US$ 550 per ton.
Produksi beras nasional pada 2009 ditargetkan sebesar 3,8 juta ton. Dimana 3,3 juta ton untuk beras miskin dan 500 ribu ton lainnya untuk jatah TNI dan penjara.
Raskin 2009
Sementara untuk target penyaluran beras miskin pada 2009, Bulog akan menyalurkan raskin pada 18,5 juta rumah tangga miskin. Masing-masing rumah tangga akan mendapat 15 kg beras dengan durasi 12 bulan seharga Rp 1.600.
Jumlah rumah tangga miskin yang menerima raskin tahun depan ini turun dari 2008 yang sebesar 19,1 juta ton.
Namun Mustafa menegaskan, agar semua rencana ini berjalan lancar, yang penting pemerintah bisa mengumumkan HPP baru pada 1 Januari 2009.
"Kalau kita bisa bekerja pada minggu-minggu awal 2009, tentu akan lebih bagus," katanya.
(lih/ir)











































