Industri Otomotif Diminta Sharing The Pain

Industri Otomotif Diminta Sharing The Pain

- detikFinance
Selasa, 23 Des 2008 13:28 WIB
Industri Otomotif Diminta Sharing The Pain
Jakarta - Departemen Perindustrian mendorong para pelaku industri otomotif hingga konsumen sharing the pain. Mulai dari industri komponen, industri perakitan, lembaga pembiayaan dan konsumen harus mau berbagi beban.
 
Berbagi beban bunga ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan sekaligus penjualan produk otomotif termasuk roda dua maupun roda empat pada tahun 2009 yang dipastikan akan tertekan dampak krisis global.

Demikian disampaikan Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Depperin dalam konferensi pers akhir tahun di Gedung Depperin, Jakarta, Selasa (23/12/2008).

"Kami mengimbau agar pelaku industri perakitan, komponen, lembaga finansial dan konsumen sharing the pain bunga. Memang ada yang sudah praktek tapi belum sebelumnya," jelasnya.
 
Diakuinya, sekarang ini ada kenaikan bunga sebesar 8% jadi 16% untuk kredit-kredit otomotif khusus untuk roda dua dan empat. Diharapkan besaran kenaikan itu bisa di-sharing kesemua pihak termasuk konsmumen agar menekan beban kenaikan bunga pembiayaan otomotif.
 
"Sebenarnya ini hanya b to b saja agar bisa di share, GM telah menerapkan, supaya pertumbuhan tetap diatas 7% lah di tahun depan," katanya.
 
Budi menambahkan cara semacam ini bisa efektif menekan anjloknya kinerja industri otomotif tahun depan termasuk perkiraan penjualan yang akan melorot. Meskipun berdasarkan pengalaman penjualan mobil dan motor tahun 2006 yang sempat anjlok karena naiknya BBM pertumbuhan industri masih bisa tumbuh diatas 7%.
 
"Misalnya kalau naik 4%, maka bisa sharing berbagi saling 1%," paparnya.
 
Untuk tahun 2009, Departemen Perindustrian memperkirakan pertumbuhan industri roda empat mencapai 8% dengan nilai produksi Rp 100 triliun dan penjualan Rp 108 triliun sedangkan roda dua ditaksir bisa tumbuh 8,5% dengan nilai produksi Rp 60 triliun dengan penjualan Rp 65,1 triliun.
 

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads