Demikian diungkapkan oleh Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal di sela-sela kunjungan ke Depot dan Filling Plant Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (24/12/2008).
"Kita akan minta pemerintah menghitung kembali alpha supaya kita dapat profit yang wajar," katanya.
Ia merasa, dengan alpha sebesar 8% tersebut tidak menunjang kinerja perseroan di tahun depan.
Pasalnya, besaran apha yang hanya 8% tersebut tidak mendukung kelancaran pendistribusian BBM. "Nanti Pertamina tidak bisa menambah infrastruktur yang diperlukan untuk memasok ke seluruh Indonesia," imbuhnya.
Tapi ia mengatakan, perusahaan plat merah tersebut tidak akan berharap terlalu banyak dalam keputusan pemerintah merevisi besaran aplha tersebut. "Ya, kita tunggu saja. Kalau pun tidak jadi direvisi, ya tetap kita lakukan distribusi sebaik-baiknya," ujarnya. (ang/lih)











































