Pertamina Butuh 200 SPBE Baru

Pertamina Butuh 200 SPBE Baru

- detikFinance
Rabu, 24 Des 2008 12:20 WIB
Pertamina Butuh 200 SPBE Baru
Jakarta - Pertamina membutuhkan setidaknya 200 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) untuk melayani konsumsi elpiji yang terus meningkat. Padahal, yang sedang dalam pembangunan baru 53 SPBE.

Selain itu, Pertamina juga membutuhkan tangki elpiji yang berkapasitas di atas 100.000 metrik ton. Kebutuhan ini masih jauh di atas kapasitas tangki yang ada saat ini, yaitu 35.000 ton.

Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal, akibat kurangnya fasilitas SPBE dan tangki ini, stok elpiji Pertamina yang terbilang penuh di storage (penimbunan) tidak bisa tersalurkan ke masyarakat dengan lancar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang kita elpiji dalam negeri kurang. Storage memang penuh, tapi kan tiap hari harus diisi. Yang bikin nggak lancar adalah jalur ke SPBE-nya, karena masih kurang jumlahnya," katanya di Depot dan Filling Plant Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (24/12/2008).
 
Faisal menambahkan, selain jumlahnya kurang, storage juga bermasalah karena lokasinya tidak cukup menyebar di beberapa daerah. Sehingga dengan permintaan elpiji yang terus meningkat, operasional storage menjadi pas-pasan.

Untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur, Pertamina akan membangun SPBE baru di empat lokasi yaitu di Bali, Lampung, Makassar, dan Medan mulai tahun depan. Empat SPBE baru ini di luar SPBE yang sekarang sedang berjalan pembangunannya.

"Sekarang kita lagi mau bangun di Semarang 50% progresnya. Gresik 10.000 ton, bangun lagi di depo elpiji di Tnjung Priok. Merak juga akan dibangun, di Bali kita akan tambah, di Lampung, Makassar dan Medan yang masing-masing 10.000 matrik ton," tambahnya.

Tak hanya infrastruktur, produksi elpiji dalam negeri pun masih jauh di bawah kebutuhan nasional. Produksi elpiji domestik yang hanya 1,7 juta ton per tahun tidak mampu melayani kebutuhan tahun depan yang diperkirakan mencapai 3,5 juta ton.

"Kekurangannya kita impor dan jika dibandingkan minyak tanah akan lebih murah kalau kita impor," ujarnya.

(lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads