Demikian disampaikan Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno di sela-sela acara Penyerahan Surat Keputusan (SK) penugasan pelaksana Public Service Operation penyedia dan pendistribusian BBM tertentu tahun 2009, Kantor BPH Migas, Jl Tendean, Jakarta, Rabu (24/12/2008).
"Sementara jika harga minyak mencapai US$ 80 per barel dan kurs sebesar Rp 9.400/US$, maka alpha yang ideal adalah sebesar 10%," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita usulkan kepada pemerintahan bumn dan depkeu untuk menaikan alpha," jelas Ari.
Sementara secara terpisah, Menneg BUMN Sofyan Djalil menyatakan pemerintah sudah membentuk tim untuk merumuskan alpha distribusi BBM subsidi dalam kurun 3-4 minggu. Alternatif yang muncul adalah penetapan alpha yang fleksibel berdasarkan harga minyak.
"Ini akan dilihat secara komprehensif oleh Depkeu karena ini menyangkut APBN. Oleh sebab itu ada tim yang akan melihat kompensasi kepada Pertamina yang wajar, harga tinggi ok tapi begitu harga jatuh konsep seperti itu tidak relevan lagi," katanya. (lih/qom)











































