Demikian disampaikan Dirjen Perbendaharaan Depkeu Herry Purnomo di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Rabu (24/12/2008).
Ia menjelaskan, untuk pengeluaran negara per 22 Desember 2008, realisasinya adalah:
- Belanja negara 94,11% atau Rp 931,1 triliun
- Belanja pegawai 90,83%
- Belanja pemerintah pusat 93,3% dengan nilai Rp 650,9 triliun
- Belanja barang Rp 50,9 triliun atau 70,5%
- Belanja modal Rp 70,3 triliun atau 89%
- Subdidi energi Rp 248,7 triliun atau 105,9%
- Subsidi BBM Rp 130,7 triliun atau 103%
- Subsidi listrik juga belum berubah Rp 121 triliun atau 73,3%
- Transfer dana ke daerah Rp 280,2 triliu atau 95,84%
- Dana bagi hasil Rp 66,8 triliun atau 86%
- Dana alokasi umum 100%
- Dana alokasi khusus Rp 20,5 triliun atau 97%
- Pendapatan dan hibah Rp 930,6 triliun atau 104%
- Penerimaan dalam negeri Rp 928,5 triliun atau 104%
- Perpajakan Rp 639,1 triliun atau 105%
- Pajak dalam negeri Rp 603,1 triliun atau 104%
- PPh Rp 316,5 triliun atau 104%
- Pajak perdagangan internasional (bea cukai) Rp 35,98 triliun atau 124,1%
- PNBP Rp 289,4 triliun atau 102,3%
Untuk penarikan penarikan pinjaman program mencapai Rp 16,8 triliun atau 63,8% dan pinjaman proyek Rp 18,5 triliun atau 85,2%.
Â
"Kalau ada yang belum teralisir, ada persyaratan-persyaratan yang belum dipenuhi. Ini yang udah ditarik," jelas Herry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herry menjelaskan, sampai 30 Desember nanti kemungkinan masih akan ada pinjaman yang dicairkan meski jumlahnya relatif kecil.
"Mungkin kalau yang jatuh tempo tanggal 30 masih ada. Tapi kayaknya nggak banyak," katanya.
 (qom/lih)











































