BUMN Perkebunan Cari Pinjaman Capex dan Opex

BUMN Perkebunan Cari Pinjaman Capex dan Opex

- detikFinance
Jumat, 26 Des 2008 09:07 WIB
BUMN Perkebunan Cari Pinjaman Capex dan Opex
Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perkebunan berencana mencari pinjaman perbankan untuk belanja modal alias capital expenditure (capex) serta belanja operasional atau operational expenditure (Opex) di tahun 2009. Besaran dari capex dan opex tersebut masing-masing sekitar Rp 11 triliun dan Rp 20 triliun.

Demikian hal tersebut dikemukakan oleh Deputi Kementerian Negara BUMN Bidang Perkebunan dan Agrobisnis Agus Pakpahan di Kantor Kementerian Negara BUMN, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (24/12/2008).

"Nanti kan ada feasibility studi untuk pinjaman tersebut. Tingkat bunga kan berubah-ubah, kadang lebih untung pakai dana sendiri, kadang untung pakai dana bank.Kalau kita bisa kapitalisasi kan normalnya sampai maksimum 80 dari eksternal. Tapi bank juga melihat kelayakan kita juga," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, sebagian besar capex tersebut akan digunakan untuk replanting perkebunan karet dan sawit karena banyak tanaman yang sudah tua dan tidak bisa berproduksi secara maksimal di seluruh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT
Rajawali Nusantara Indonesia.

Sebagian lagi akan digunakan untuk merevitalisasi dan memperbaiki pabrik gula di beberapa PTPN. "Untuk revitalisasi pabrik gula saja totalnya Rp 8 triliun. Itudipakai selama 3 tahun, jalan terus sampai 2011," imbuhnya.

Ia mengatakan, angka-angka  yang disebutkan sebelumnya masih berupa usulan dan belum masuk dalam Rencana Kerja Anggaran dan Pendapatan (RKAP) final.

Target Laba 2009 Turun


Menurut Agus, target perolehan laba bersih BUMN Perkebunan di tahun 2009 akan lebih rendah dibandingkan tahun 2008. Laba bersih tahun 2008 mencapai sekitar Rp 3 triliun, sedangkan tahun 2009 diperkirakan hanya akan mencapai Rp 1,8 - 2 triliun saja.

"Itu karena harga komoditas yang turun sehingga pasar tidak berpihak kepada kita," katanya. Ia menambahkan, penyumbang terbesar dalam perolehan laba bersih di tahun depan masih akan dipegang PTPN III dan IV seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

(ang/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads