"Permasalahannya pada waktu BBM subsidi ditenderkan, mereka sanggup dengan persyaratan itu. Namun sekarang setelah menang tender, Pertamina meminta alpha dinaikkan, itu kan sangat kekanak-kanakan," ujar Anggota Komisi VII DPR Alvin Lie saat dihubungi detikFinance, di Jakarta, Jumat (26/12/2008).
Menurut Alvin, jika Pertamina ingin alpha dinaikan menjadi 12,5 persen, maka harus ditenderkan ulang dengan semua peserta yang mengikuti proses lelang tersebut. "Kalau mau alpha dinaikkan menjadi 12,5 persen sebaiknya ditender ulang dengan semua. Tidak setelah diputuskan menang, itu curang namanya," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan harga minyak dan nilai tukar sekarang, imbuh Alvin, idealnya alpha memang berada di bawah 10 persen. "Ya sekitar 8-9 persen. Dalam APBN 2008 saja, kita turunkan dari 11 persen ke 9 persen, masa sekarang mau dinaikkan lagi ke 12,5
persen," katanya.
Alvin menambahkan, pihaknya tidak akan memanggil Pertamina untuk mengklarifikasi masalah ini. "Yang berwenang adalah pemerintah. Sejauh ini pemerintah belum mengajukan dan saya rasa pemerintah juga tidak akan gegabah," tandasnya.
Seperti diketahui, Pertamina mengaku menanggung kerugian hingga Rp 2 triliun dengan jatah alpha sebesar 8%. Menurut Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno, dengan harga minyak dunia US$ 50 per barel dan kurs Rp 11.000/US$, maka alpha distribusi BBM subsidi harusnya 12,5%.
"Sementara jika harga minyak mencapai US$ 80 per barel dan kurs sebesar Rp 9.400/US$, maka alpha yang ideal adalah sebesar 10%," katanya.
Untuk itu, Pertamina mengajukan permohonan ke kementerian BUMN dan Depkeu agar alpha ini dinaikkan.
(epi/ir)










































