Perjanjian tersebut teruang dalam Trade in Goods Agreement in the Framework of ASEAN-India Free Trade Agreement (TIG-AIFTA) yang dilansir detikFinance dari data Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional (KPI) Depdag, Sabtu (27/12/2008).
Dalam perjanjian itu India memberikan komitmen eliminasi untuk 70,14 persen dari total pos tarifnya pada tahun 2013, dan meningkat menjadi 79,35 persen dari pos tarifnya pada tahun 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Termasuk crude palm oil (CPO) dan refined palm oil (RPO) yang dalam buku tarif India memiliki tingkat masing-masing 80 persen dan 90 persen namun dalam konteks TIG-AIFTA akan diturunkan sesuai hasil perundingan dengan Indonesia menjadi masing-masing 37,5 persen dan 45 persen pada 2018.
Dengan diselesaikannya perundingan TIG-AIFTA pada Agustus lalu, maka pada bulan Oktober TMMB telah dimulai putaran pertama perundingan sektor jasa dan investasi yang dilakukan secara single undertaking. Kedua pihak kini berusaha mempercepat proses perundingan jasa dan investasi ini dengan harapan bisa selesai pada tahun 2009.
India merupakan salah satu mitra dagang yang semakin penting bagi Indonesia maupun ASEAN. Perdagangan bilateral Indonesia dan India melonjak sebesar 28,8 persen dalam periode 2005-2007, yakni US$ 2,8 miliar ditahun 2005 menjadi US$ 4,9 miliar di tahun 2007. Dalam periode yang sama, total perdagangan ASEAN dan India juga melonjak tinggi yakni 28 persen.
(epi/ir)










































