Demikian bunyi siaran Pertamina seperti dilansir detikFinance dari situsnya, Sabtu (27/12/2008). Tahun ini Pertamina ditargetkan untuk melakukan program konversi hingga 20 juta paket konversi.
Beberapa waktu lalu Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal mengatakan target maksimal yang bisa dicapai hingga akhir tahun ini hanya sekitar 15 juta paket konversi. Β
Setiap paket terdiri dari kompor, tabung dan regulator yang dibagikan ke satu kepala keluarga. Daerah yang kemungkinan terlambat program konversinya adalah daerah di Jawa Bagian Timur dan Jawa Bagian Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam siaran persnya, Pertamina menjamin pasokan elpiji akan mencukupi kebutuhan masyarakat selama masa liburan Natal dan Tahun Baru ini.
Selain penambahan pasokan di wilayah Jabodetabek, Pertamina siap mengamankan jalur distribusi elpiji ke stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) di wilayah-wilayah lainnya.
Hal ini terkait dengan mulai dioperasikannya floating storage and offloading (FSO) Maersk Venture dan Flander Loyalty di Teluk Semangka dengan kapasitas masing - masing 44.000 MT pada 22 Desember lalu.
Selain itu, penyaluran elpiji dinaikkan hingga 3.000 MT/hari di Pelabuhan Tanjung Priok. Penguatan armada tanker pengangkut pasokan Elpiji yang merapat ke berbagai pelabuhan secara teratur seperti, di Pelabuhan Makassar, Tanjung Perak Surabaya, Pangkalan Susu di Sumatra Utara, dan Tanjung Priok dengan kapasitas bongkar muatan antara 1.800 MT hingga 8.400 MT.
Saat ini, Pertamina tengah memperkuat ketahanan infrastrukturnya guna memastikan pasokan Elpiji memenuhi target konversi elpiji pada tahun 2009.
Hal itu termasuk dengan kesiagaan kapal tanker pengangkut pasokan Elpiji ke berbagai pelabuhan, penguatan armada truk pengangkut Elpiji ke agen, serta pengoperasian 11 SPBE baru dalam waktu dekat ini untuk memperlancar distribusi.
Disamping itu Pertamina telah menyiapkan Minyak Tanah dengan harga keekonomian di wilayah-wilayah yang telah terkonversi ke LPG, di sekitar wilayah Jakarta, Semarang dan Palembang..
Saat ini di Jakarta terdapat 24 SPBU yang menjual minyak tanah dalam kemasan 5 liter dengan harga Rp 55.000/kemasan. Di samping itu, juga terdapat 47 Agen Minyak Tanah dan 268 pangkalan yang menjual Minyak Tanah Keekonomian, yaitu Rp 7.000/liter kepada pengecer. Minyak tanah tersebut dijual ke konsumen dengan harga berkisar antara Rp 7.500 sampai Rp 9.000 per liter.
Di luar Jakarta juga terdapat agen dan pangkalan yang menjual minyak tanah dengan harga keekonomian, yaitu 1 agen di Palembang dan 8 di Semarang serta 5 pangkalan di Palembang danΒ 87 di Semarang.
(ir/ir)











































