Menurut Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, selama ini pemerintah memang menjaga harga solar lebih murah ketimbang harga premium. Tapi sejak pasokan premium jumlahnya berlebih dibandingkan permintaan di pasar internasional, maka pemerintah berencana kembali menurunkan harga premium sehingga menjadi lebih murah ketimbang solar.
"Yang kita pikirkan, apa 15 Januari (2009) seperti ini terus, ada arahan Presiden, premium bisa drop banyak dibandingkan solar. Tapi karena sekarang masih akhir Desember, ada seminggu lagi untuk evaluasi," katanya saat perayaan Natal 2008 di kediamannya, Kamis (25/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang di pasar minyak dunia harga premium jauh lebih murah dari solar. Jadi kalau acuannya harga minyak dunia, memang premium akan lebih rendah dari harga solar," katanya ketika dihubungi detikFinance, Minggu (28/12/2008).
Purnomo menambahkan, premium biasanya digunakan untuk kendaraan pribadi, sementara solar biasanya digunakan untuk transportasi umum. Akibat harga jual premium yang lebih murah ketimbang solar, Purnomo memprediksi penggunaan kendaraan pribadi kemungkinan akan meningkat.
"Orang mikir, solar kan dipakai bus dan transportasi umum. Kalau premium lebih rendah, orang pakai mobil premium," katanya.
Meski harga premium menjadi lebih rendah, pemerintah mengaku tak khawatir akan terjadi penyelundupan. Karena pengguna premium yang merupakan RON 88 saat ini tidak banyak. Yang dikhawatirkan justru penyelundupan solar jika harga solar dalam negeri lebih rendah dari harga di luar negeri.
"Premium 88 nggak diselundupkan, yang kita khawatirkan solar. Makanya kita jaga harga solar di luar," katanya.
(lih/ang)











































