Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Kementerian BUMN Bidang Privatisasi dan Restrukturisasi M Yasin usai acara Executive Meeting di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (30/12/2008).
"Karena kondisi pasar modal 2008 tidak bagus, sisanya akan yang sudah diusulkan sebelumnya di-carry over ke 2009," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rata-rata dari 30 BUMN itu skemanya IPO (Initial Public Offering), kecuali untuk BUMN minoritas. Tapi tetap harus melihat kondisi pasar dulu," jelasnya.
Menurutnya, jumlah saham masing-masing BUMN yang akan melakukan penawaran saham perdana tersebut yang akan dilepas ke pasar sebanyak minimal 30 persen.
"Sebelum IPO, kita tawarkan dulu ke ke pemilik saham existing, apakah mau menambah atau tidak," ujarnya.
Ia juga mengatakan, seluruh dana hasil privatisasi tersebut akan digunakan untuk restrukturisasi BUMN masing-masing dan tidak akan masuk ke dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2009.
BUMN yang sudah mendapat izin dari DPR di tahun 2008 dan belum terlaksana privatisasinya antara lain PT Bank Tabungan Negara (BTN), PT Krakatau Steel, PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, PT Garuda Indonesia, semuanya dengan skema IPO.
Sedangkan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) akan melakukan privatisasi dengan mengeluarkan saham baru alias rights issue. Untuk PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan melakukan green shoe.
(ang/ir)











































