Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 30 Des 2008 13:36 WIB

30 BUMN Diprivatisasi 2009

- detikFinance
Jakarta - Sebanyak 30 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan diprivatisasi. Sebagian besar dari jumlah tersebut merupakan carry over dari privatisasi BUMN tahun 2008 yang belum terlaksana.

Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Kementerian BUMN Bidang Privatisasi dan Restrukturisasi M Yasin usai acara Executive Meeting di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (30/12/2008).

"Karena kondisi pasar modal 2008 tidak bagus, sisanya akan yang sudah diusulkan sebelumnya di-carry over ke 2009," ujarnya.

Ia mengaku, seharusnya BUMN yang akan diajukan untuk privatisasi sebelumnya sebanyak 44. Namun dengan berbagai pertimbangan, akhirnya hanya 30 saja yang akan diajukan.

"Rata-rata dari 30 BUMN itu skemanya IPO (Initial Public Offering), kecuali untuk BUMN minoritas. Tapi tetap harus melihat kondisi pasar dulu," jelasnya.

Menurutnya, jumlah saham masing-masing BUMN yang akan melakukan penawaran saham perdana tersebut yang akan dilepas ke pasar sebanyak minimal 30 persen.

"Sebelum IPO, kita tawarkan dulu ke ke pemilik saham existing, apakah mau menambah atau tidak," ujarnya.

Ia juga mengatakan, seluruh dana hasil privatisasi tersebut akan digunakan untuk restrukturisasi BUMN masing-masing dan tidak akan masuk ke dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2009.

BUMN yang sudah mendapat izin dari DPR di tahun 2008 dan belum terlaksana privatisasinya antara lain PT Bank Tabungan Negara (BTN), PT Krakatau Steel, PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, PT Garuda Indonesia, semuanya dengan skema IPO.

Sedangkan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) akan melakukan privatisasi dengan mengeluarkan saham baru alias rights issue. Untuk PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan melakukan green shoe.


(ang/ir)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed