Demikian disampaikan Menkeu sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam temu wicara dengan pelaku pasar modal di BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2008).
"2008 akan ditutup dengan koreksi, growth mungkin akan turun. Tapi kami optimistis kuartal empat 2008, growth agak dibawah 6%. Dengan overal 2008 akan end up di 6,1%," katanya.
Meski demikian, ia menyatakan inflasi akan turun secara konsisten. Karena selain harga BBM yang turun dua kali, harga komoditas lain juga ikut turun.
Selain itu, rupiah saat ini juga dinilai sudah menemukan titik equilibrium baru yang diharapkan sesuai dengan kondisi saat ini.
"Inflasi turun konsisten, selain harga komoditas, rupiah juga sudah temukan eqiulibrium yang diterima sebagai titik baru sesuai environment, untuk perhitungan baru," katanya.
Paket Kebijakan 2009
Pemerintah juga berencana menerbitkan paket kebijakan ekonomi baru pada awal 2009. Paket ini diterbitkan untuk menghadapi PHK masal yang diperkirakan banyak terjadi.
Bagi Sri Mulyani, ekonomi domestik menjadi sangat penting karena sekitar 80% GDP Indonesia disumbang dari faktor domestik. Sementara 18% sisanya disumbang dari kegiatan ekspor.
"Saya lihat, eknomi kita lebih dari 80% berasal dari domestik. Karena itu policy pemerintah jadi penting. Kalau kita lihat 2009, tantangan untuk menjaga momentum domestik growth. Agar konsumsi tidak drop banyak," katanya.
Selain itu, pemerintah juga berharap daya konsumsi masyarakat tetap ada di level yang bagus dengan tetap memberikan gaji ke-13 bagi PNS, dan menaikkan gaji mereka 15%. Dan tambahan pendapatan bagi guru dan dosen.
(lih/qom)











































