Hal ini dikatakan Dirjen Mineral, batubara dan panas bumi, Kementerian ESDM, bambang setiawan usai paparan Kinerja Sektor ESDM tahun 2008, di Gedung ESDM, Jakarta, Selasa (30/12/2008).
"Kita harapkan mereka cukup wise. Seperti PT Aneka tambang, mereka melakukan switch, misalnya orang yang kerja di produksi dipindahkan ke maintance dan juga ke usaha-usaha ekspansi mereka agar tidak terjadi PHK," jelas Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang sudah melapor akan menurunkan produksi yaitu PT Galuh cempaka," kata Bambang.
Penurunan produksi ini, lanjut Bambang, selain karena dipicu krisis juga disebabkan turunnya harga Intan di pasaran internasional. "Harga Intan di pasaran internasional tinggal US$ 75 per karat padahal sebelumnya US$ 300 per karat," ungkapnya.
Namun, tambah Bambang, saat krisis seperti ini merupakan saat yang paling tepat untuk berinvestasi di sektor pertambangan di tahun depan.
"Saat ini paling bagus karena harga sudah turun semua, hanya saja likuiditasnya yang sulit. Tapi untuk negara-negara yang punya cukup duit seperti China, mereka sebaiknya berinvestasi sekarang dan kita harus bisa menarik negara yang punya cukup duit seperti China untuk berinvestasi di Indonesia," ungkapnya.
Bambang berharap agar kehadiran UU Minerba dapat menciptakan iklim investasi menjadi lebih baik. "Kita harapkan begitu. Tapi yang pasti sudah ada kepastian hukumnya," tandasnya. (epi/ir)











































