Perusahaan Tambang Diminta Bijak Masalah PHK

Perusahaan Tambang Diminta Bijak Masalah PHK

- detikFinance
Selasa, 30 Des 2008 17:54 WIB
Perusahaan Tambang Diminta Bijak Masalah PHK
Jakarta - Perusahaan tambang diharapkan dapat bersikap lebih bijaksana sebelum memberhentikan karyawannya. Pemerintah berharap perusahaan melakukan pengalihan ke bagian lain untuk mencegah PHK.

Hal ini dikatakan Dirjen Mineral, batubara dan panas bumi, Kementerian ESDM, bambang setiawan usai paparan Kinerja Sektor ESDM tahun 2008, di Gedung ESDM, Jakarta, Selasa (30/12/2008).

"Kita harapkan mereka cukup wise. Seperti PT Aneka tambang, mereka melakukan switch, misalnya orang yang  kerja di produksi dipindahkan ke maintance dan juga ke usaha-usaha ekspansi mereka agar tidak terjadi PHK," jelas Bambang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah kondisi sulit seperti saat ini, lanjut Bambang tidak hanya masalah PHK saja yang menghantui perusahaan di sektor pertambangan. Menurunnya permintaan juga  dapat mengakibatkan penurunan produksi.

"Yang sudah melapor akan menurunkan produksi yaitu PT Galuh cempaka," kata Bambang.

Penurunan produksi ini, lanjut Bambang, selain karena dipicu krisis juga disebabkan turunnya harga Intan di pasaran internasional. "Harga Intan  di pasaran internasional tinggal US$ 75 per karat padahal sebelumnya US$ 300 per karat," ungkapnya.

Namun, tambah Bambang, saat krisis seperti ini merupakan saat yang paling tepat untuk berinvestasi di sektor pertambangan di tahun depan.

"Saat ini paling bagus karena harga sudah turun semua, hanya saja likuiditasnya yang sulit. Tapi  untuk negara-negara yang punya cukup duit seperti China, mereka sebaiknya berinvestasi sekarang dan kita harus bisa menarik negara yang punya cukup duit seperti China untuk berinvestasi di Indonesia," ungkapnya.

Bambang berharap agar kehadiran UU Minerba dapat menciptakan iklim investasi menjadi lebih baik. "Kita harapkan begitu. Tapi yang pasti sudah ada kepastian hukumnya," tandasnya. (epi/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads