Demikian dikatakan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan saat dihubungi detikFinance, Jumat (2/1/2009).
Puncak kunjungan terjadi menjelang perayaan malam tahun baru yaitu tanggal 31 Desember 2008 dan 1 Januari 2009. Namun Ridwan menambahkan para pengunjung yang datang selain masyarakat yang berdomisili di kawasan mal tersebut, banyak juga yang berasal dari luar kota karena terjadi mobilisasi masyarakat karena libur panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ridwan mencontohkan untuk mal-mal kelas atas umumnya dikunjungi oleh pendatang di luar kota karena pengunjung tetap sebelumnya sedang berlibur ke luar negeri. Dikatakannya, peningkatan kunjungan ini tidak otomatis mendongkrak pendapatan para pedagang/ jasa ritel yang berlokasi di mal namun hanya dinikmati oleh beberapa para pelaku usaha saja.
"Dari sisi penjualan rata-rata naik 10%, penjualan makanan paling tinggi, restoran, bioskop omsetnya bisa 30%. Kalau dari sisi kunjungan bisa naik 20% sampai 30%," imbuhnya.
Selama ini rata-rata kunjungan mal berskala sedang bisa mencapai 30.000 orang per hari seperti pusat perbelanjaan Blok M Mal di Jakarta, sedangkan untuk berskala besar seperti Mal Kararawaci di Tangerang rata-rata pengunjung hingga 60.000 orang per hari.
"Dari pengalaman sebelumnya, biasanya tingkat kunjungan mulai melandai normal dua minggu setelah awal tahun baru," tukasnya.
(hen/dnl)











































