Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro dalam pesan singkatnya kepada wartawan Jumat sore, di Jakarta
(2/1/2009).
"Kita di pemerintah sudah membentuk tim natuna untuk berbicara dengan Pertamina, yang terakhir tim melaporkan ke saya sudah menyampaikan ke Pertamina term and
condition sesuai keinginan pemerintah. Namun sampai saat ini kita belum dapat feed back dari Pertamina," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita selalu berpikir bagaimana memaksimalkan pendapatan negara, maximum benefit cost baik. Namun negosiasi adalah proses yang dinamis," jelas Purnomo.
Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno sebelumnya mengatakan bahwa persoalan term and condition legal standing dan split blok Natuna D Alpha harus ada pembicaraan khusus dengan pemerintah karena perusahaan migas pelat merah ini harus membuat hitungan bisnis termasuk kaitannya dengan para calon mitra Petamina di Natuna.
"Split-nya berapa, kita harus bahas dengan pemerintah kalau nggak ada itu sulit juga kita bicarakan dengan calon mitra kita," ujarnya.
(hen/dnl)











































