"Yang terjadi saat ini bukan masalah stok kita, tapi gangguan suplai atau lebih pada masalah administratif dan sikap tidak mau rugi kepada SPBU, kita juga akan memberikan kompensasi kepada SPBU yang merasa di rugikan," kata Direktur Utama Pertamina, Ari Soemarno dalam acara konferensi pers di Depo Plumpang, MingguΒ (4/1/2009).
Ari mengakui, selama kurun waktu 3 hari ke belakang memang terdapat beberapa SPBU yang benar-benar mengalamiΒ kekosongan sedangkan sisanya mengalami gangguan distribusi terutama di daerah-daerah pinggir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tegaskan, sampai saat ini bahwa belum ada informasi dari pemerintah soal rumor penurunan harga BBM," katanya.
Selain itu, kata Ari, keterlambatan pelayanan dari Pertamina terjadi karena adanya libur panjang. Ari menjelaskan, bahwa dalam kondisi seperti itu seharusnya justru para pengusaha SPBU yang harus melakukan antisipasi denganΒ meningkatkan stok BBM-nya sebelum liburan.
"Ada juga kelambatan di lingkungan Pertamina dengan adanya sistem ITΒ MySAP yang baru, kita juga akan berkoordinasi yang baik antara bank, khususnya 3 bank BUMN Mandiri, BNI, BRI dan BCA," katanya.
Menurut Ari, keterlambatan terjadi secara signifikan hanya di SPBU-SPBU yang dilayani oleh depo Plumpang. Depo Plumpang kurang lebih melayani 20% kebutuhan BBM nasional termasuk Jabodetabek, yang kemudian menyebar ke wilayah Bandung dan Purwakarta. Untuk itu pihaknya sejak Jumat lalu tanggal 2 JanuariΒ telah melakukan pelayanan 24 jam agar bisa mengatasi masalah ini.
Bahkan dari Pantauan Pertamina pada tanggal 2 Januari 2009, hanya ada 129 SPBU secara nasionalΒ yang benar-benar mengalami kekosongan dibandingkan total 4300 SPBU yang dimiliki Pertamina selebihnya hanya mengalami keterlambatan karena menumpuknya pesanan pada tanggal 2 Januari 2009.
"Untuk itu kita memberikan pelayanan apa saja untuk membeirkan kewajiban pelayanan kepada masyarakat termasuk membahasnya dengan hiswana migas," jelasnya. (hen/dro)











































