"Total hanya 129 SPBU yang tidak ada BBM pada saat kejadian Jumat kemarin," kata Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Achmad Faisal dalam acara konferensi pers, di Depo Plumpang Jakarta, Minggu (4/1/2009).
Menurut Faisal, penyebab utamanya karena pihak SPBU tidak melakukan delivery order (DO) sehingga menyebabkan terganggunya pasokan BBM. Faisal menambahkan, dari total sekitar 4300 SPBU dari UPMS 1 sampai 7 yang dimiliki Pertamina jumlah SPBU yang kosong tersebut relatif kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk wilayah lainnya seperti Palembang dan sekitarnya ada 6 SPBU yang kosong, Lampung dan sekitarnya ada 10 yang kosong. Untuk Jabodetabek ada 57 SPBU yang kosong sedangkan SPBU lainnya yang berjumlah 645 SPBU hanya mengalami keterlambatan suplai.
Wilayah Bandung, Purwakarta dan sekitarnya ada 20 SPBU yang kosong, Jawa Timur 6 SPBU kosong, Jawa Tengah 10 SPBU, Samarinda 1 SPBU, Makasar 6 SPBU, Manado dan sekitarnya 5 SPBU kosong. Kekosongan tersebut menurut Faisal tidak murni karena gangguan penerapan sistem baru yang diterapkan oleh Pertamina, namun bisa terjadi karena lalainya beberapa SPBU.
"Di Jambi saya dapat laporan ada kekosongan di SPBU, ternyata setelah dicek mereka tidak pernah menebus DO (delivery order)," jelasnya.
Stok BBM Rata-Rata Aman Diatas 20 Hari
Dikatakan Faisal posisi stok BBM Pertamina relatif aman, misalnya untuk premium ada stok hingga 13,2 hari kedepan. Untuk stok kerosin (minyak tanah) selama 48, 4 hari, stok solar 28,9 hari, stok pertamax 38,3 hari dan stok pertamax plus 48,4 hari.
"Untuk premium bukan berarti dalam 13 hari stok kita akan habis karena setiap hari stok kata masuk. Hari ini akan masuk lagi 32.000 KL dari kapal kita," jelasnya. (hen/dro)











































