Penyaluran BBM Masih di Bawah Normal

Penyaluran BBM Masih di Bawah Normal

- detikFinance
Senin, 05 Jan 2009 09:28 WIB
Penyaluran BBM Masih di Bawah Normal
Jakarta - Penyaluran BBM dari Depo Plumpang pada Minggu, 4 Januari 2009 sejak pukul 00.00-18.00 masih di bawah rata-rata penyaluran harian. Namun ketersediaan BBM di SPBU-SPBU diharapkan kembali normal besok, seiring berakhirnya libur panjang.

Dari total rata-rata penyaluran harian atau Daily Off Take (DOT) sebesar 14.818 kiloliter, yang tersalurkan pada hari Minggu kemarin hanya 12.870 kilo liter atau lebih rendah 13,1%.

Dari up date data Pertamina mengenai penyaluran BBM Depot Plumpang tanggal 04-01-2009 (jam 00.00-18.00) sebagai berikut:
Β Premium yang disalurkan 9.402 kiloliter atau hanya 99,8% dibandingkan DOT 9.420 kiloliter.
Solar yang disalurkan 2.220 kiloliter atau hanya 47,5% dibandingkan DOT 4.677 kiloliter.
Pertamax yang disalurkan 960 kiloliter atau lebih tinggi 80,8% dibandingkan DOT 531 kiloliter.
Pertamax+ yang disalurkan 288 kiloliter atau lebih tinggi 51,6% dibandingkan DOT 190 kiloliter.
Total BBM yang disalurkan 12.870 KL atau lebih rendah 13,1% dari DOT 14.818 kiloliter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami terus melakukan penyaluran selama 24 jam," kata Corporate Secretary Pertamina Toharso dalam pesan singkatnya, Minggu (4/1/2009).

Depot-depot Pertamina dalam lima hari terakhir beroperasi selama 24 jam untuk memaksimalkan distribusi ke seluruh wilayah Indonesia.

Stok nasional BBM selama tiga hari terakhir (dari tanggal 1 Januari s/d 3 januari) untuk premium 2.763.149 kiloliter atau mencukupi kebutuhan 13,4 hari dan solar 5.283.642 kiloliter mencukupi kebutuhan untuk 28,3 hari. Hasil penyaluran nasional selama (dari tanggal 1 Januari s/d 3 Januari) premium 164.122 kiloliter dan solar sebanyak 94.733 kiloliter.

"Langkah tindak lanjut adalah meneruskan distribusi BBM selama 24 jam, memberikan kredit kepada pengusahan SPBU yang belum memiliki Delivery order (DO) selama bank persepsi libur sabtu minggu," kata Dirut Pertamina Ari Soemarno dalam siaran persnya, Senin (5/1/2009).

Langkah Pertamina lainnya adalah melaksanakan Contigency Plan dengan menerapkan sistem manual sekaligus berkordinasi dengan bank persepsi agar melayani transaksi selama libur. Untuk itu penyaluran BBM akan kembali pada kondisi normal besok.

Adapun penyebab hambatan distribusi BBM di SPBU, menurut Pertamina, adalah berkurangnya stok BBM di SPBU menjelang 1 Januari 2009, libur panjang menganggu adminstrasi pembayaran dan penerapan MySAP yang belum dapat berjalan sempurna hingga menyebabkan delay pengangkutan ke SPBU.

(lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads