Demikian disampaikan Dirut Medco EP Budi Basuki disela-sela acara Ramah Tamah Tahun Baru 2009 BP migas, di Gedung Patra Jasa, jakarta, Senin (5/12/2009).
"Injeksinya akan dilakukan pada kwartal tiga dan empat tahun ini. Jadi kami belum dapat menargetkan berapa produksinya karena itukan pilot project, jadi masih dalam masa percobaan," ujar
Pada 2009, Budi menambahkan belanja modal perusahaannya akan mencapai US$ 325 juta. Angka ini naik US$ 100 juta dari tahun lalu yang sebesar US$ 225 juta.
Sedangkan untuk pengembangan lapangan Blok A, Medco E&P masih menunggu hasil permohonan perpanjangan kontrak dengan pemerintah.
"Harapannya dalam bulan ini sudah ada kabar. Sedangkan splitnya yaitu 65: 35," jelasnya.
Produksi gas dari Blok A ditargetkan bisa dimulai pada 2011 dan akan disalurkan ke pabrik Pupuk Iskandar Muda sebanyak 110 mmscfd.
Selain itu, lanjut Budi, hasilnya juga akan dialokasikan untuk pembangkit PLN di Aceh dengan harga US$ 5,5 sen per kWh.
"Tapi tidak banyak, (volume) hanya 15 mmscfd. Hal ini sudah disepakati tahun lalu tapi semua tergantung ekstensionnya," jelasnya.
Di saat kondisi krisis seperti ini, Budi mengakui pihaknya tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan dana untuk blok A. "Blok A kan keekonomiannya bagus," ungkapnya.
(epi/lih)











































