Presiden Bagi-bagi DIPA di Istana

Presiden Bagi-bagi DIPA di Istana

- detikFinance
Senin, 05 Jan 2009 16:12 WIB
Presiden Bagi-bagi DIPA di Istana
Jakarta - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada hari ini melakukan penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2009 secara langsung kepada para Pimpinan Lembaga, Menteri selaku pengguna anggaran dan Gubernur bertenpat di Istana Negara.

DIPA yang diserahkan langsung oleh Presiden meliputi DIPA Sektoral sebanyak 5.948 DIPA dengan nilai Rp 273,4 triliun, DIPA Tugas Pembantuan sebanyak 4.425 DIPA dengan nilai Rp 13,1 triliun dan DIPA Dekonsentrasi sejumlah 1.835 DIPA dengan nilai Rp 35,9 triliun.

Untuk mendukung prioritas pembangunan nasional di 2009, belanja pemerintah di 2009 akan diutamakan pada peningkatan anggaran pendidikan, perbaikan kesejahteraan aparatur negara dan pensiunan, perlindungan sosial melalui program BOS, beasiswa, pendidikan, Jamkesmas, Program Raskin, PNPM, dan BLT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menciptakan stimulus pertumbuhan yang berkualitas, belanja pemerintah diarahkan pada pembangunan infrastruktur, prasarana pertanian dan prasarana pendukung ketahanan energi nasional.

"Dalam upaya menjaga pencapaian prioritas tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2009 sebesar 6%, persentase penduduk miskin menjadi 12-14% dan tingkat pengangguran menjadi 7-8%," ujar Kepala Biro Humas Depkeu Harry Z. Soeratin dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (5/1/2009).

Kemudian melalui koordinasi dengan BI angka inflasi diharapkan dapat ditekan di bawah 6% dan suku bunga SBI rata-rata 7,5% dan nilai tukar rupiah tidak jauh meleset dari asumsi APBN yaitu Rp 9.400/US$.

"Tahun 2009 adalah tahun pertama sepanjang sejarah dimana APBN melampaui angka Rp 1.000 triliun. Angka ini terdiri atas Anggaran Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp 716,4 triliun dan Anggaran Transfer ke Daerah berjumlah Rp 320,7 triliun," papar Harry.

Dipaparkan Harry anggaran belanja pemerintah pusat dialokasikan untuk belanja pegawai Rp 143,6 triliun, belanja barang Rp 77,7 triliun, belanja modal sebesar Rp 93,8 triliun, bantuan sosial sebesar Rp 67,8 triliun dan pembayaran utang, subsidi dan belanja lain-lain sebesar Rp 333.5 triliun.

Salah satu catatan penting APBN 2009 adalah telah terpenuhinya amanat UUD yang menetapkan porsi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN. Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 207,4 triliun untuk anggaran pendidikan.

Jumlah ini tersebar di Departemen Pendidikan Nasional Rp 61,5 triliun, Departemen Agama Rp 23,3 triliun, Kementerian/Lembaga lainnya Rp 3 triliun, Bagian Anggaran 69 sebesar Rp 1,7 triliun dan melalui transfer ke daerah Rp 117,9 triliun.

Empat departemen yang jumlah anggarannya relatif besar adalah Departemen Pendidikan Nasional Rp 62,1 triliun, Departemen PU Rp 35 triliun, Departemen Pertahanan Rp 33,7 triliun dan Departemen Kesehatan Rp 20,3 triliun.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden meminta kepada seluruh jajaran pemerintah agar bekerja dengan jujur, penuh dedikasi, dan jauh dari segala kepentingan yang tidak sejalan dengan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

"Berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu 2009, Presiden juga mengingatkan kepada para Gubernur agar melakukan upaya penyebarluasan informasi dan mendorong rakyat agar menggunakan hak pilihnya dengan baik," pungkas Harry.

(dnl/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads