Presiden SBY pun dibuat bangga oleh angka pertumbuhan ekonomi yang disebutnya sebagai salah satu yang tertinggi di dunia.
Sayangnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu juga diikuti oleh tingkat inflasi yang juga tinggi. Statistik menunjukkan, inflasi Indonesia masih sulit berada di bawah 6%. Angka itu jauh dibandingkan inflasi internasional yang sebesar 3%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan inflasi Indonesia adalah:
- Tahun 2004: 6,4%
- Tahun 2005: 17,1%
- Tahun 2006: 6,6%
- Tahun 2007: 6,7%
- Tahun 2008: 11,06%.
Perbandingan inflasi Indonesia dengan negara lain sepanjang 2008 adalah:
- Indonesia:11,1%
- Thailand: 3%
- Malaysia: 4,3%
- Filipina: 4,5%
- Korea Selatan: 3%.
Sementara secara tingkat pertumbuhan ekonomi, Indonesia memang lebih tinggi dibandingkan negara-negara lainnya. Catatan pertumbuhan ekonomi RI sejak tahun 2004 adalah:
- Tahun 2004: 5%
- Tahun 2005: 5,7%
- Tahun 2006: 5,5%
- Tahun 2007: 6,3%
- Tahun 2008: 6,2%
- Tahun 2009: 5% (proyeksi Menko Perekonomian).
Perbandingan pertumbuhan ekonomi dengan negara lain di tahun 2008:
- Indonesia: 6,2%
- Thailand: 4,5%
- Malaysia: 5,7%
- Filipina: 2,7%
- Korea Selatan: 4,1%.
Sri Mulyani menjelaskan, untuk tahun 2009, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5%. Angka itu merupakan titik tengah dari level terendah seperti yang disampaikan Presiden SBY sebesar 4,5% dan angka optimistis sebesar 5,5%.
Angka pertumbuhan ekonomi 5% di tahun 2009 diharapkan berasal dari pertumbuhan konsumsi masyarakat 4,8%, konsumsi pemerintah 10,4%, investasi 6,5%, ekspor 5,9% dan impor 6,1%.
Dalam rangka menghadapi krisis global yang diperkirakan memuncak pada tahun 2009, pemerintah pun menyiapkan stimulus anggaran tahun 2009. Pemerintah akan memanfaatkan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp 51,3 triliun untuk kebijakan kontijensi asumsi makro dan countercyclical.
Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk:
- Dana kontijensi asumsi makro
- Tambahan untuk infrastruktur: bencana alam, jaringan KA, air minum, perumahan rakyat dll.
- Tambahan untuk penanggulangan kemiskinan: PNPM, KUR, Desa Mandiri Energi.
- Tambahan untuk stimulus sektor riil: fasilitas pajak, pengamanan pangan, promosi ekspor, penambahan penyertaan modal pada lembaga pembiayaan dan penjaminan ekspor.










































