Pemerintah pun akan menggandeng perguruan tinggi dalam menjalankan program ini.
"Memang ada beberapa usulan untuk beberapa sektor misalnya bagaimana mengembangkan pengusaha baru bidang industri yang merupakan lulusan perguruan tinggi, sehingga kerjasama dengan perguruan tinggi agar dikembangkan," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris di gedung Departemen Perindustrian (Depperin), Selasa (6/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui dana sebesar Rp 12,5 triliun telah dianggarkan dalam APBN 2009, dari dana tersebut Depperin mendapat Rp 2,5 trilun untuk BM DTP dan Rp 3,9 untuk PPN DTP.
"Untuk diluar itu masih dibahas di tinggkat eselon satu Depprin dengan Menko, tentu juga dari masukan dari Kadin, departemen lain yang juga membutuhkan stimulus," jelas Fahmi.
Melanjuti soal stimulus bagi lulusan perguruan tinggi baru, lanjut Fahmi, hingga kini pihaknya sedang merumuskannya namun setidaknya untuk sektor-sektor prioritas sudah ada beberapa cabang yang akan dikembangkan termasuk industri kreatif dan IKM. Intinya dari program ini, kata Fahmi diharapkan bisa mendorong lulusan baru bisa menjadi pengusaha baru yang siap terjun kelapangan.
Sementara itu Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Ansari Bukhari menambahkan bahwa dari dana sebesar Rp 3,9 triliun untuk PPN DTP yang disetujui oleh Departemen Keuangan, pihaknya masih akan mengusulkan tambahan Rp 1 triliun.
"Dari tambahan itu Rp 38 triliun, yang Rp 12 triliun itu buat dana cadangan sisanya itu Rp 26 akan distibusikan kembali," ujar Ansari.
(hen/lih)











































