Stimulus Fiskal Tak Mampu Tahan Laju PHK

Stimulus Fiskal Tak Mampu Tahan Laju PHK

- detikFinance
Selasa, 06 Jan 2009 18:12 WIB
Stimulus Fiskal Tak Mampu Tahan Laju PHK
Jakarta - Program stimulus fiskal sebesar Rp 50 triliun pada tahun ini dinilai tidak bisa menahan laju PHK. Yang bisa dilakukan hanyalah memperlambat laju PHK saja.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Benny Sutrisno ketika ditemui usai rapat dengan pemerintah di Graha Sawala kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (6/1/2009).

"Stimulus itu tidak cukup untuk menahan PHK. Untuk kurangi, iya. Tapi kita belum tahu berapa besar jumlah PHK yang bisa berkurang," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk PHK sendiri, berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, diperkirakan akan terjadi pada 24 ribu orang. Sektor yang paling rawan menyumbang banyak PHK adalah industri tekstil.

"Tekstil memang sektor yang paling besar melakukan PHK di 2009 ini karena dia paling rentan dengan krisis yang terjadi," ujar Benny yang juga Ketua Umum Asosiasi Industri Tekstil Indonesia.

Untuk industri tekstil di Jawa Barat, Benny memperkirakan akan ada 80 ribu buruh yang terkena PHK. "Di 2008 sudah 30 ribu yang di PHK, kan ada yang dilaporkan dan ada yang tidak dilaporkan. Untuk 2009 puncak PHK diperkirakan terjadi pada kuartal II-2009," paparnya.

Sementara itu terkait Pemilu tahun ini, Benny mengharapkan agar pemerintah mengawasi ketat kegiatan impor tekstil untuk pembuatan atribut partai.

"Jangan sampai ada impor kaos untuk tekstil, karena jika ada impor 10 lusin kaos saja, itu sama saja melakukan PHK terhadap satu orang di industri tekstil. Sebab pengalaman 2004 di saat Pemilu impor itu sangat besar, dan banyak juga yang ilegal," pungkasnya.

(dnl/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads