Penipuan Calon TKI Makin Marak

Penipuan Calon TKI Makin Marak

- detikFinance
Selasa, 06 Jan 2009 18:50 WIB
Penipuan Calon TKI Makin Marak
Jakarta - Departemen Tenaga kerja dan Transmigrasi (Depnakertras)  mencatat kasus penipuan calon tenaga kerja Indonesia (TKI) semakin banyak. Setidaknya pada tahun 2008 Depnakertrans telah mencabut 9 izin Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang telah melanggar termasuk melakukan penipuan.

"Untuk PPTKIS yang resmi pada tahun 2008 sebanyak  9 yang kita cabut  dan tahun 2007 jumlahnya 141 PPTKIS," kata Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno di Gedung Depnakertrans, Selasa (6/1/2009).

Erman mencontohkan beberapa calon TKI yang mengalami  penipuan oleh PPTKIS  seperti di Jawa Timur terjadi sebanyak  19 orang mengalami penipuan. Pihaknya pun telah melakukan pemanggilan kepada para PPTKIS dan sudah berhasil dilakukan pengembalian uang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mestinya calon TKI ini mengajukan bukan hanya  kasus perdata saja, tapi pidana kita nggak mungkin memaksanya. Kasihan juga ada yang sudah setor Rp 20 juta, sampai Rp 50 juta," jelas Erman.

Untuk itu, dalam antisipasi terjadinya penipuan calon TKI, Depnakertrans menetapkan deposit Rp 500 juta bagi pendirian PPTKIS, yang merupakan ketentuan UU Ketenagakerjaan. Tujuannya jika  terjadi  masalah termasuk penipuan  bisa ditanggulangi dengan mencairkan dana tersebut.

"Di Serang Banten, ada beberapa oknum sedang dalam proses Kejaksaan Banten, jumlahnya (calon TKI)  ratusan," ujarnya.

Kasus serupa pun terjadi di Cilacap, untuk penanganannya Depnakertrans membentuk tim terpadu antara dtjen Binapenta, pengawasan, Kepolisian dan  Imigrasi untuk segera menyelesaikannya. "Tim  segara akan berangat ke Cilacap untuk memanggil PPTKIS-nya," imbuhnya.

Ia juga membantah kalau selama ini pihak Depnakertrans tidak melakukan langkah tegas, terhadap prilaku para PPTKIS yang dianggap membandel dan menipu para calon TKI-nya.

"Tidak benar Menaker ini memble, saya tekan ini, termasuk masalah  kasus money changer dan barang TKI yang tertahan  kita kembalikan," katanya.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads