Industri Waralaba Juga Minta Stimulus Ekonomi

Industri Waralaba Juga Minta Stimulus Ekonomi

- detikFinance
Rabu, 07 Jan 2009 09:11 WIB
Industri Waralaba Juga Minta Stimulus Ekonomi
Jakarta - Industri waralaba atau yang biasa dikenal franchise mendesak pemerintah agar mengikutkan industri ini dalam program stimulus ekonomi 2009. Selain mampu menyerap banyak tenaga kerja, industri waralaba banyak menggunakan kandungan lokal produk dalam negeri.

"Saya berharap ada stimulus di bidang pendidikan untuk wirausaha. Bagi yang akan memulai usaha franchise bisa dengan diberikan kredit murah," seru Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar saat menjawab detikFinance, Selasa (6/1/2009).

Lebih lanjut lagi, ia mengharapkan pemerintah bisa memberikan pembebasan pajak penghasilan (PPh) selama 3 tahun pertama pada awal dimulainya usaha. Alasannya, karena pada periode tersebut pengusaha pemula waralaba masih memerlukan penyesuaian dalam percepatan balik modal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun ia juga mengakui kalau tidak semua franchise bisa diberikan stimulus. Karena selain waralaba dari lokal, ada juga waralaba asing yang berskala yang besar meski jumlahnya tidak banyak. Stimulus ekonomi diharapkan fokus pada waralaba lokal karena bisa mendorong sektor UKM dan usaha lokal, bahkan penyerapan tenaga kerja lebih banyak lagi.

"Sektor franchise itu cukup membanggakan misalnya ES Teler 77. Franchise lokal ini sudah sampai ke Singapura dan Australia," jelasnya.

Ia mengatakan industri waralaba setidaknya mampu menyerap tenaga kerja hingga 500.000 orang dari total jumlah outlet franchise sebanyak 40.000 outlet lokal di seluruh Indonesia. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah terus setiap tahunnya.

"Franchise bisa menggiatkan perekonomian mendorong UKM dan lapangan pekerjaan, sebagai wadah pertumbuhan usaha dan produk lokal. Perlu dibantu bidang edukasi, para entrepreneur, mendorong usaha pelatihan yang dilakukan kami," seru Anang. (hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads