"Sanksi ke depannya, SPBU-SPBU yang tidak memasok BBM itu akan diambil alih Pertamina, karena inikan kaya franchise," jelas Corporate Secretary Pertamina, Toharso di sela-sela Program Pelatihan Wartawan Tentang LPG, di Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (7/12/2009).
Saat ini, lanjut Toharso, Pertamina sedang mereview beberapa kontrak SPBU-SPBU tersebut. "Sudah mulai direview lagi kontrak-kontraknya," jelas Toharso.
Ia juga menjelaskan saat ini volume penyaluran BBM sudah normal kembali sehingga tidak ada kelangkaan. Depot-depot sudah beroperasi 24 jam, hingga SPBU yang kekurangan stok tinggal 1-2 SPBU saja.
"Pertamina sudah all out 24 jam. Kalaupun ada kekosongan BBM itu hanya terjadi di 1-2 SPBU saja, tapi kan jumlah SPBU banyak. Kayak di Jabodetabek ada 645 SPBU, sehingga kalau ada satu dua kosong bukan berarti terjadi kelangkaan," katanya.
Kekosongan tersebut, lanjut Toharso, disebabkan keterlambatan pengiriman karena Delivery Order-nya (DO) telat masuk.
"Yang jelas stok yang dimiliki Pertamina cukup untuk 20 hari ke depan," ungkapnya.
Saat ditanya soal surat teguran dari BPH Migas kepada Pertamina terkait kelangkaan BBM yang terjadi beberapa waktu lalu, Toharso enggan berkomentar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































