Demikian ditegaskan Dirut Pertamina Ari Soemarno usai dipanggil Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (7/1/2009).
Menuurt Ari, yang terjadi sejak belakangan ini bukanlah kelangkaan BBM, karena stok BBM Pertamina cukup banyak. Tetapi yang terjadi adalah gangguan distribusi BBM ke SPBU akibat perbankan yang libur di akhir tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertamina juga mengklaim kalau kekurangan stok BBM hanya terjadi di sedikit SPBU saja. Dari sekitar 4.300 SPBU di Indonesia, hanya 310 SPBU yang mengalami kekurangan stok.
Bahkan menurut Ari, masyarakat hanya harus berjalan sekitar 500 meter hingga 1 kilometer saja untuk mendapatkan SPBU yang masih memiliki BBM.
"Jadi dari jumlah keseluruhan, hanya 3% sebetulnya (yang kekurangan stok BBM). Masyarakat hanya perlu jalan sedikit, pasti ada BBM-nya. 500 meter atau 1 kilo, pasti ada," katanya.
Ia juga menambahkan, antrean kendaraan yang menunggu mengisi BBM selama 5-10 menit seharusnya tidak langsung diartikan sebagai kelangkaan. Masyarakat diminta lebih berusaha mendapatkan BBM dan seharusnya jangan bersikap manja.
"Masa hanya menunggu 5-10 menit dibilang kelangkaan. Mungkin Anda perlu menunggu atau berusaha dulu, jangan terlalu manja. Hanya perlu 5-10 menit, jangan dibilang langka," katanya.
Ia menambahkan, wilayah Jabodetabek merupakan wilayah dengan SPBU yang kekurangan stok BBM terbanyak. Dari sekitar 640 SPBU di Jabodetabek, ada 57 SPBU yang mengalami kekurangan stok BBM.
"Jadi hanya sekitar 6-7%," tegasnya.
Namun menurut Ari, kini pasokan BBM di SPBU mulai berangsur pulih karena tinggal 1-2 SPBU saja yang mengalami kekurangan stok BBM.
(lih/ir)
