Pertamina Tambah 310 SPBE di 2009

Pertamina Tambah 310 SPBE di 2009

- detikFinance
Rabu, 07 Jan 2009 12:15 WIB
Pertamina Tambah 310 SPBE di 2009
Jakarta - PT Pertamina (persero) akan menambah 310 SPBE di tahun ini untuk mendukung program konversi minyak tanah ke elpiji. Jumlah SPBE yang beroperasi saat ini baru 68 unit.
 
Hal ini disampaikan Koordinator Sub sosialisasi Tim Konversi Minyak Tanah ke Elpiji Pertamina, Hermansyah Y. Nasroen dalam Program Pelatihan Wartawan Tentang LPG, di Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (7/12/2009).
 
"Saat ini SPBE yang eksisting yaitu 68 persen dan 64 SPBE sedang dalam proses pembangunan dengan progres lebih dari 30 persen. Tahun ini Pertamina berencana akan menambah 310 SPBE untuk mendukung kelancaran program konversi," jelas Hermansyah.
 
Selain SPBE, lanjut Hermasyah, Program ini juga membutuhkan infrastruktur lain seperti 620 unit skid tank dan 3.955 unit truk bak.
 
Herman menerangkan target akumulasi penarikan minyak tanah di tahun 2009 yaitu sekitar 4.168.082 KL dengan pembagian paket perdana sebanyak 23.044.211 paket. Sedangkan volume perdana dan isi ulang LPG ditargetkan mencapai 1.682.234 MT.
 
"Target 23 juta paket optimis tercapai jika kebutuhan infrastruktur dapat dipenuhi tepat waktu. Jadi 23 juta itu target awal kalau dipertengahan ada kendala, bisa saja ada perubahan," paparnya.
 
Hermansyah menyatakan jika target ini bisa tercapai, maka estimasi penghematan subsidi tahun ini bisa sekitar Rp 15-20 triliun. Program konversi pada tahun ini diprioritaskan untuk daerah Jawa, Bali dan Sumatera.
 
Mengenai kebutuhan elpiji secara nasional di tahun ini, Hermasyah memprediksikan akan meningkat dari 7.962  matrik ton perhari di tahun 2008 menjadi 12.234 matrik ton per hari. Kebutuhan terbesar elpiji terjadi di Pulau Jawa yaitu 9.907 matrik ton per hari.
 
Hermansyah menambahkan, mulai tahun 2010 elpiji diharapkan akan menjadi bahan bakar utama dengan estimasi volume LPG sebesar 3,5 juta matrik ton per tahun.
 
"6 juta KL minyak tanah akan ditarik dari peredaran sehingga tersisa sebesar 3,9 juta KL yang beredar terutama di daerah yang belum akan dikonversi," tuturnya. (epi/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads