Demikian ditegaskan Dirut Pertamina Ari Soemarno usia dipanggil Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (7/1/2009).
"Apakah nanti ada penurunan atau kenaikan, kita sudah jamin tidak ada yang dirugikan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kita lakukan adalah pembahasan dengan pihak SPBU, maupun Hiswana Migas, agar mereka dapat memerbikan pelaynan yang terus menerus," katanya.
Penyelesaian masalah dengan pihak SPBU merupakan bagian dari langkah mengamankan jalur distribusi agar BBM bisa sampai di masyarakat secara memadai.
Selain menyelesaikan masalah dengan pihak SPBU, Wapres Jusuf Kalla juga meminta Pertamina meningkatkan keamanan stok BBM-nya. Namun menurut Ari, stok BBM Pertamina saat ini terbilang cukup.
"Wapres sampaikan, kita tingkatkan pengamanan suplai. Kita tingkatkan stok, karena di setiap daerah sebenarnya tinggi. Nah, itu kita amankan," katanya.
Stok Premium saat ini sebanyak 16 hari, minyak tanah sebanyak 50 hari dan solar sebanyak 33 hari. Rata-rata stok BBM saat keadaan normal adalah 20-25 hari.
Pasrah Sanksi
Selain itu, Pertamina juga mengaku pasrah jika BPH Migas akan memberikan sanksi kepada BUMN migas ini selaku distributor BBM bersubsidi.
"Itu terserah BPH Migas mau kasih sanksi apa. Yang jelas, BPH Migas harus pahami juga pokok persoalan yang mendalam," katanya. (lih/ir)










































