"Seperti tidak melakukan PHK, itu tentu diusahakan kalau mendapatkan stimulus, tapi kalau harus bisa meng-create market . Nah itu kan susah. Saya mendengar ada rincian seperti itu yang mesti kita bikin lebih fleksibel," ujar Katua Kadin MS Hidayat di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (7/1/2008).
Stimulus yang disiapkan pemerintah, menurut Hidayat harusnya di fokuskan kepada industri-industri padat karya yang menggunakan pasokan dari produk dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membuka pasar baru, lanjut Hidayat sepertinya sudah sulit karena juga harus disertai dengan jaringan ke negara baru yang hendak dituju.
"Perbankan kita matching dengan perbankan di sana itu nggak gampang. Jadi yang mendesak sekarang dalam negeri harus dipaksakan agar dia bisa mengabsorp (menyerap) produksi itu. Karena problem utama itu kinerja ekspor drop . Nah itu yang harus kita sikapi," imbuhnya.
Pengucuran dana ini harus menunggu persetujuan DPR? "Ya mudah-mudahan DPR bisa mengerti karena ini keadaan darurat. Jadi kalau keadaan darurat maka persyaratannya juga harus dalam keadaan darurat. Jangan persyaratannya ketat," ujarnya.
Pemerintah sebelumnya telah mengumumkan 31 industri yang akan mendapatkan stimulus fiskal berupa PPN ditanggung pemerintah (PPN DTP) dan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BM DTP). Namun ada beberapa syarat bagi industri yang akan mendapatkan stimulus itu. (anw/qom)










































