Demikian disampaikan Direktur Lembaga Penyalur Dana Bergulir Fajar Sopian dalam Evaluasi Program 2008 dan Rencana Program 2009 Kementerian Negara Koperasi dan UKM, di Gedung Kementerian negara Koperasi dan UKM, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (7/1/2009).
"Kita sudah melakukan pertemuan dengan bank-bank pembangunan daerah. Saat ini sudah ada 21 bank pembangunan daerah yang akan sudah mengajukan untuk menyalurkan ini," ujarnya.
Bank-bank pembangunan daerah tersebut, lanjut Fajar, mengajukan permohonan untuk menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 437,65 miliar. Selain bank pembangunan daerah, dana bergulir juga akan disalurkan melalui ventura dan koperasi simpan pinjam.
"Kalau ventura ingin menyalurkan sekitar Rp 394,64 miliar. Jadi kita akan melakukan seleksi mana yang betul-betul dapat menyalurkan tepat sasaran," jelasnya.
Fajar menjelaskan untuk tingkat bunga pihaknya akan memberikan sepertiga dari BI rate pertiga bulan. "Kalau BI Rate per tiga bulan 11,5% atau 10,5%, berarti sepertiganya," ungkap Fajar.
Sementara itu, Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali menyatakan, LPDB telah menyalurkan pinjaman dana bergulir sebesar Rp 35,125 miliar (25,90 %) dari target RBA sebesar Rp 135,6 milyar yang berasal dari dana kelolaan LPDB tahun 2008.
Dana bergulir tersebut disalurkan untuk pembiayaan Koperasi dan UKM melalui PMV sebesar Rp 25,375 miliar dan pinjaman kepada UMK sebesar Rp 9,75 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan munculnya peraturan Menteri Keuangan No 99 tahun 2008, LPDB akan menerima realokasi APBN tahun 2009 untuk dana bergulir sebesar Rp 381,388 triliun.
"Harusnya ini disalurkan tahun 2008 namun Departemen Keuangan baru menyetujui penggunaan dana bergulir tersebut pada 16 desember 2008 sehingga program tersebut baru akan direalisasikan pada tahun 2009," ungkapnya.
(epi/lih)










































