Target Penerimaan Pajak 2009 Terkoreksi

Target Penerimaan Pajak 2009 Terkoreksi

- detikFinance
Kamis, 08 Jan 2009 09:27 WIB
Target Penerimaan Pajak 2009 Terkoreksi
Jakarta - Pemerintah sedang menghitung dampak penurunan pertumbuhan ekonomi dari tahun 2008 yang mencapai 6,2% dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan yang diperkirakan akan hanya tumbuh 4,5% sampai 5,5% terhadap total penerimaan pajak di tahun ini.

Pada tahun 2008 pencapaian penerimaan pajak mengalami pertumbuhan hingga 43% dari tahun sebelumnya, sedangkan proyeksi di APBN 2009 diperkirakan hanya akan tumbuh 20%.

"Ada dong, elastisitasnya (penerimaan pajak), tapi masing-masing sektor berbeda ada yang elastis ada yang tidak. Menghitungnya bukan hanya dari pertumbuhan ekonomi saja," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Anggito Abimanyu di Gedung Depkeu, Rabu malam (7/1/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggito menambahkan selain menghitungkan pertumbuhan ekonomi, hitung-hitungannya dapat diperoleh dari tingkat konsumsi, investasi dan lain-lain. Namun kata dia potensi koreksi penurunan penerimaan bisa ditekan dengan adanya beberapa kompensasi seperti perpanjangan program sunset policy, perbaikan administrasi, peningkatan kepatuhan dan lain-lain.

"Pak Darmin selalu mengatakan effort-nya, termasuk inflasi, kondisi makro, change rate, semuanya mempengaruhi," tambahnya.

Target kenaikan 20 % pada tahun 2009, dikatakanya sudah mempehitungkan adanya perubahan tarif, namun hingga kini pihaknya masih menghitung lebih rinci lagi akan adanya kemungkinan koreksi penurunan pertumbuhan ekonomi termasuk daya beli, perubahan kondisi makro dan ekspor. "Minggu-minggu ini akan selesai," jelasnya.

Namun ia sangat optimis penerimaan pajak tetap terjaga karena ada tambahan sunset policy yang  ditambah hingga 2 bulan yang akan menambah jumlah wajib  pajak. Selain itu diharapkan ada penerimaan lebih besar lagi  dari sektor cukai  karena pada bulan Desember 2008 ada beberapa kenaikan perubahan tarif. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads