RI Gandeng Arab Saudi Kerjasama Standarisasi Produk

RI Gandeng Arab Saudi Kerjasama Standarisasi Produk

- detikFinance
Kamis, 08 Jan 2009 11:56 WIB
RI Gandeng Arab Saudi Kerjasama Standarisasi Produk
Jakarta - Indonesia dan Arab Saudi menjalin kerjasama di bidang standarisasi beberapa produk yang diperdagangkan. Kerjasama ini diharapkan bisa memperlancar kegiatan standarisasi dan penilaian kesesuaian serta kegiatan eskpor impor kedua negara.

Penandatanganan naskah kerjasama atau Mutual Recognation Program (MRP) ini dilakukan Komite Akreditasi Nasional dengan Saudi Arabian Standard Organization di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (8/12/2009).
 
"Kerjasama ini penting untuk dilakukan mengingat ekspor Indonesia ke Arab Saudi terus meningkat dari tahun ke tahun. Ekspor Indonesia ke US$ 434,3 juta tahun 2003 menjadi US$ 944,24 juta sedangkan impor dari Arab Saudi pada tahun 2003 mencapai US$ 173,7 juta menjadi US$ 367,3 juta." jelas Kepala Badan Standarisasi Nasional, Bambang Setiadi.

Pengecualian Produk
 
Bambang menjelaskan penandatanganan ini dilakukan dengan tujuan mempererat hubungan teknis dan ekonomi melalui penghilangan atau pengurangan hambatan teknis perdagangan kedua negara.
 
"Namun demikian, naskah kerjasama ini tidak mencakup produk minyak mentah, produk makanan, peralatan medis, obat-obatan serta produk yang diregulasi oleh pemerintah Indonesia," paparnya.
 
Pada kesempatan yang sama, BSN juga melakukan penandatanganan Technical Cooperation Program (TCP) dengan SASO.  
 
"Dalam TCP ini, kedua belah pihak bersepakat bertukar informasi di bidang standarisasi, pertukaran ahli dalam kegiatan pengembangan standarisasi serta mengikuti kegiatan-kegiatan yang terkait dengan standarisasi dan penilaian penyesuaian," katanya.
 
Bambang menyatakan kesepakatan ini penandatanganan kedua kerjasama ini telah melalui proses pembicaraan yang cukup panjang yang didahului dengan penantanganan perjanjian kerjasama ekonomi dan teknik antara pemerintah Indonesia dengan pemerintahan Arab saudi pada 19 Mei 2008 di Riyadh.  
 
"Menindaklanjuti perjanjian tersebut, di sela-sela sidang ISO General Assembly ke-31 di Dubai pada 15 oktober 2008, kami telah melakukan pembicaraan mengenai draft kerja sama ini dan hari inilah kita realisasikan itu," paparnya.
 
Bambang berharap dengan adanya MRP dan TCP dengan SASO masing-masing negara  akan dapat saling membantu dalam pengemabangan standar.  
 
Dalam acara ini kedua belah pihak akan menyerahkan katalog standarisasi produk Indonesia kepada SASO. "Sesuai perjanjian ini, karena standarisasi produk Indonesia tahun 2008 maka saya akan menyerahkan katalog ini kepada SASO," ungkapnya.
  (epi/lih)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads