Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar dalam acara konferensi pers di gedung Bulog, Kamis (8/1/2009).
Dikatakan Mustafa hasil surplus ini merupakan bagian dari perbaikan manajemen kedalam tubuh Bulog termasuk masalah efisiensi.
"Berdasarkan efisiensi yang kami janjikan Alhamdulilah kita umumkan kita surplus Rp 85 miliar pada tahun 2008," katanya.
Mustafa mengatakan bahwa hasil surplus ini yang pertama dalam kurun waktu yang lama, sebelumnya pada tahun 2006 Bulog mengalami defisit hingga Rp 524 miliar, tahun 2007 defisit turun menjadi Rp 340 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sanksi Tegas
Selain itu, sepanjang 2008 pihaknya telah melakukan tindakan tegas bagi pegawai Bulog yang melanggar hukum dan ketentuan perusahaan. Maklum beberapa tahun lalu Bulog dicap sebagai perusahaan yang tidak efisien dan sering terjadi penyelewengan kasus-kasus hukum yang sempat menyeret Direktur Utamanya.
Umumnya pelanggaran terjadi di eselon empat dan kepala seksi termasuk kepala gudang dalam kasus kehilangan stok beras di gudang.
Sepanjang 2008 yang terkena sanksi mencapai 67 orang, diantaranya teguran lisan 10 orang, penuruna pangkat setingkat lebih rendah 8 orang, pembebasan dari jababatan 20 orang, diberhentikan dengan hormat 5 orang,
diberhentikan tidak hormat 11 orang dan diberhentikan sementara karena proses hukum 12 orang. (hen/lih)











































