Demikian disampaikan Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar dalam acara konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1/2009).
"Realisasi distribusi hanya mencapai 157.000 ton hingga 7 Januari 2009," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mempertajam ekspansi distribusi gula PTPN dan RNI, pada tahun 2009 ini Bulog menggandeng Asosiasi Penyalur Gula dan Terigu Indonesia (Apegti) dan Induk koperasi pedagang pasar (Inkoppas).
Dikatakannya dengan memanfaatkan jaringan kedua pihak tadi, ia mengharapkan distribusi gula GKP Bulog bisa lebih cepat dan efisien, bahkan bisa menjangkau pelosok wilayah yang luas.
"Mungkin ini masih dibawah dari target dari PTPN dan RNI, kami mohon maaf belum tercapai Insya Allah bulan Januari bisa tercapai," ucapnya.
Mustafa menjelaskan masuknya Bulog menjadi bagian sistem distribusi gula tidak terlepas dari upaya memperpendek jalaur distribusi penjualan gula agar penjual bisa mendapat harga yang optimum dan konsumen membeli dengan harga yang wajar.
Selama ini, Mustafa mengatakan distribusi gula hanya berada ditangan sekelompok pelaku pasar tertentu yang menyebabkan distorsi pasar gula sehingga berdampak merugikan konsumen dan produsen gula.
"Apegti diharapkan bisa menjangkau ke pelosok dengan agen penjualannya, agar lebih cepat diserap oleh pasar," harapnya.
(hen/lih)











































