Harga Beras 2008 Stabil, Pemerintah Tak Sempat Sidak

Harga Beras 2008 Stabil, Pemerintah Tak Sempat Sidak

- detikFinance
Kamis, 08 Jan 2009 18:20 WIB
Harga Beras 2008 Stabil, Pemerintah Tak Sempat Sidak
Jakarta - Tahun 2008 bisa dibilang sebagai tahun kejayaan harga beras di Indonesia, karena selama kurun waktu tersebut harga beras di Indonesia sangat stabil. Saking stabilnya, pemerintah tidak berkesempatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) termasuk yang dilakukan oleh Perum Bulog selaku penyetabil harga beras nasional.
 
"Tahun ini kita nggak melakukan inspeksi pasar karena pasar beras kita stabil, sehat, transparan dan terintegrasi tahun sebelumnya inspeksi dilakukan Mendag bahkan Presiden ikut inspeksi pasar," kata Dirut Bulog Mustafa Abubakar di Gedung Bulog, Jakarta, Kamis (8/1/2009).
 
Menyusul keberhasilan tersebut, maka pada tahun 2009 ini diperkirakan harga beras dan suplai beras masih relatif aman bahkan surplus beras sudah didepan mata yang akan diikuti rencana ekspor beras.
 
Cadangan Stok Beras Aman Hingga 3,7 Bulan
 
Keberhasilan pencapaian stabilitas harga beras tersebut diikuti oleh pencapaian-pencapaian yang dilakukan Bulog sepanjang 2008. Antaralain target pencapaian penyaluran beras keluarga miskin (raskin) 2008 sebesar 3,3 juta ton, yang terealisasi sebanyak 3,2 juta ton atai 96,5% dari target 19,1 juta rumah tangga sasaran (RTS).
 
Sedangkan untuk pengadaan yang ditargetkan 3,1 juta ton di 2008, justru terealisasi sebesar 3,2 juta ton atau naik 14 % terdiri dari 2,9 juta ton dari pengadaan HPP dan 300.000 ton dari pengadaan non-HPP. "Tahun depan target pengadaan beras sebesar 3,8 juta ton beras," imbuh Mustafa.
 
Hingga tanggal 31 Desember 2008 persediaan akhir beras di gudang Bulog mencapai 1,4 juta ton meliputi 1,1 Juta ton dari HPP 0,3 juta ton dari non-HPP, termasuk didalamnya 352.000 ton cadangan beras pemerintah (CBP).
 
"Dari itu ada 3,7 bulan kedepan cadangan stok, karena setiap bulan ada kewajibannya menyalurkan 300.000 ton termasuk raskin," jelas Mustafa.
 
Dengan bangga, Mustafa mengatakan pada tahun 2008 target tidak impor beras tercapai, atau mengalami kemajuan dari tahun 2007 yang masih harus impor beras.
 
"Target kita di 2008 tercapai yaitu swasembada beras dan tidak impor sedangkan 2009 surplus dengan rencana mengekspor," ujarnya sumringah.
 
Terkait rencana impor beras di 2009, Perum Bulog sedang merencanakan dengan Departemen Pertanian untuk melakukan ekspor. Namun mengenai keputusannya masih harus menunggu dari Departemen Perdagangan.
 
"Bulog tidak mengambil posisi untuk ekspor tapi mengusulkan kepada depdag, dengan deptan kita sudah sepaham," jelasnya.
 

(hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads