Hal tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam paparan Rencana Kerja Departemen PU Tahun 2009, di Gedung Departemen PU, Jalan Pattimura No. 20, Jakarta, Kamis (8/1/2009).
Tol Kanci-Pejagan digarap oleh PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dari PT Semesta Marga Raya. Proyek tersebut senilai Rp 981,041 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya untuk jalan tol Lapindo yang dikerjakan oleh jasa marga. modalnya sudah siap dan desainnya sudah ada tinggal pembebasan lahannya saja yang belum selesai," ungkap
Djoko menjelaskan sebagai perusaahan, Jasa marga menginginkan kepastian dari pemerintah mengenai pembebasan lahan sehingga pekerjaan belum bisa dimulai.
"Bagi badan usaha pengembalian modalkan sangat mempengaruhi kesehatan perusahaan, tapi kalau pembebasan lahan selesai mereka siap menjalankan," ungkapnya.
Djoko mengakui masalah pembebasan lahan memang masih menjadi problem utama dalam pembangunan jalan tol.
"Jika tidak ada masalah tanah maka pembangunan jalan tol bisa lebih cepat," jelas Djoko.
Ia pun mencontohkan dalam pembangunan jalan tol Jakarta-Cengkareng sepanjang 8 kilometer yang bisa diselesaikan dalam waktu 8 bulan.
"Ini record dan membuktikan kalau tidak ada masalah lahan maka akan cepat selesai pembangunan," ungkapnya. (epi/qom)











































